Harga Gabah Turun, Jokowi Minta Bulog Serap Beras Petani

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petani membawa gabah dengan sepeda motor di kawasan persawahan yang mengering di Cibarusah, Jawa Barat, 28 Juli 2015. Petani menyatakan hanya bisa memanen satu ton per hektar. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Seorang petani membawa gabah dengan sepeda motor di kawasan persawahan yang mengering di Cibarusah, Jawa Barat, 28 Juli 2015. Petani menyatakan hanya bisa memanen satu ton per hektar. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan Presiden Joko Widodo meminta Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, dan Badan Urusan Logistik (Bulog) membentuk tim untuk menyerap hasil panen petani. Menurut dia, hal itu terkait dengan turunnya harga gabah petani di pasaran.

    "Kami diminta turun ke lapangan dan bentuk tim selamatkan harga gabah petani," kata Amran di Kompleks Istana Kepresiden, Jakarta, Selasa, 8 Maret 2016.

    Amran mengatakan, saat ini harga gabah petani sudah turun sekitar Rp 1.000 per kilogram. Menurut dia, hal disebabkan adanya anomali selama Januari hingga Februari, yakni melimpahnya beras yang masuk ke pasar. Pasokan hasil panen petani menjadi tertahan lantaran stok masih banyak.

    Untuk mengatasinya, kata Amran, tim yang dibawah arahan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian akan mendatangi langsung sentra-sentra produksi padi. "Kalau dulu ke pedagang, tapi ini langsung ke petani. Jadi pemerintah hadir di tengah petani," kata dia.

    Sementara itu, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menambahkan petani menghadapi situasi yang sulit lantaran panen kali ini berbarengan dengan musim penghujan. Dampak yang dirasakan petani ialah proses pengeringan gabah menjadi lebih lama.

    Di sisi lain, Bulog pun mempunyai persoalan, yaitu tidak adanya mesin pengering sehingga tidak bisa cepat menyerap hasil panen petani. "Terjadi kelambatan untuk pembelian," kata Darmin.

    Meski demikian, Bulog sudah diminta untuk segera bekerja sama dengan pihak lain untuk menyewa mesin pengering. Ihwal keterlibatan Kementan dan Kemendag dalam tim, menurut Darmin, lantaran terbatasnya tenaga Bulog untuk menyerap hasil panen petani.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.