Libur Nyepi, Ngurah Rai Hemat Listrik Rp 154 Juta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana sepi di ruang tunggu keberangkatan ketika penutupan sementara Bandara Internasional Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Selasa (8/10). ANTARA/M Agung Rajasa

    Suasana sepi di ruang tunggu keberangkatan ketika penutupan sementara Bandara Internasional Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Selasa (8/10). ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Bali, menghemat pemakaian listrik sekitar Rp 154 juta selama bandara ini ditutup 24 jam menyambut Hari Raya Nyepi, besok, Rabu, 9 Maret 2016.

    Pelaksana Tugas Sementara General Manajer PT Angkasa Pura I Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Subakir, di Kuta, Kabupaten Badung, Selasa (8 Maret 2016), menyebut angka itu sebagai rata-rata biaya operasional harian yang dikeluarkan pengelola bandara.

    Selain listrik, salah satu bandara tersibuk di Indonesia itu juga menghemat pemakaian air sebesar Rp17 juta dan telepon Rp12 juta yang biasa dikeluarkan sebagai biaya operasional sehari-hari.

    Operasional bandara yang baru saja meraih predikat bandara terbaik se-Asia Pasifik itu berhenti mulai esok pagi pukul 06.00 WITA hingga lusa pagi pukul 06.00 WITA.

    Penutupan bandara telah diinformasikan kepada seluruh pelaku penerbangan di dunia lewat surat peringatan kepada pelaku penerbangan atau "Notice to Airmen" (Notamn) bernomor A-0087/16 yang dipublikasikan sejak 15 Januari 2016.

    Menghormati Hari Raya Nyepi, sejak 2000, Ngurah Rai selalu ditutup 24 jam.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.