Pasokan Seret, Harga Bawang di Bandung Meroket

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedagang merapikan bawang merah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, 1 Februari 2016. Salah satu penyumbang inflasi adalah bawang merah. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Pedagang merapikan bawang merah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, 1 Februari 2016. Salah satu penyumbang inflasi adalah bawang merah. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Bandung - Harga bawang merah dan bawang putih di wilayah Bandung naik dua kali lipat dalam sepekan. Harga bawang merah misalnya tembus Rp 50 ribu per kilogram hari ini, dan bawang putih Rp 36 ribu per kilogram.

    “Penyebanya pasokan yang tidak sesuai dengan jumlah kebutuhan,” kata Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Jawa Barat, Hening Widiatmoko pada Tempo, Senin, 7 Maret 2016.

    Hening mengatakan, kenaikan harga bawang merah dan bawang putih disebabkan oleh berkurangnya pasokan karena sejumlah daerah sentra produsennya belum panen. “Sekarang pasokannya belum terisi karena belum ada panen,” kata dia.

    Menurut Hening, kenaikan harga bawang merah dan bawang putih itu relatif merata di sejumlah daerah yang bukan sentra produksi bawang. “Kalau daerah seperti Sukabumi, bawang cukup. Daerah-daerah tertentu yang bukan sentra produksi kekurangan pasokan sehingga harganya naik,” kata dia.

    Hening mengaku, belum menyiapkan langkah antisipasi untuk menahan lonjakan harga bawang itu. “Insya Allah masih terkendali, karena kalau bahan kebuutuhan itu hilang di pasar karena sesuatu yang tidak jelas baru kita ambil tindakan,” kata dia.

    Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat Dudung Supriadi mengatakan, pantauan lembaganya mendapati kenaikan harga bawang putih dan bawang merah itu hampir merata di Jawa Barat. “Hampir merata kenaikannya,” kata dia.

    Dudung menyarankan, Tim Pengendali Inflasi Daerah mewaspadai kenaikan harga bawang merah dan bawang putih tersebut. “Kalau kenaikannya ekstrim, bisa memicu inflasi bulan ini,” kata dia.

    Kendati demikian, Dudung mengatakan, bawang yang termasuk kelompok bumbu-bumbuan itu relatif tidak terlalu besar kontribusinya pada inflasi. Tetapi jika kenaikannya terlalu ekstrim akan berpengaruh pada inflasi. “Kita lihat dulu rata-rata selama sebulan. Ini baru awal bulan, belum terlihat. Bisa saja minggu depan turun,” kata dia.

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?