Penjatahan Sukuk SR-008 Ditetapkan Sebesar Rp31,5 Triliun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah menetapkan hasil penjatahan sukuk negara ritel seri SR-008 sebesar Rp31,5 triliun atau melebihi target indikatif awal Rp30 triliun, dengan jumlah investor yang tercatat mencapai 48.444 orang.

    "Penerbitan sukuk ritel ini merupakan yang terbesar sejak sukuk ritel pertama kali diterbitkan pada 2009," kata Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Robert Pakpahan di Jakarta, Senin (7 Maret 2016).

    Robert menjelaskan sebanyak 18.297 orang atau 37,7 persen investor melakukan pembelian sebesar Rp100 juta-Rp600 juta, sedangkan sebanyak 17.609 individu atau 36,35 persen membeli di bawah Rp100 juta.

    Investor terbanyak berasal dari Indonesia bagian barat kecuali DKI Jakarta yaitu 55,42 persen, diikuti DKI Jakarta 34,18 persen, Indonesia bagian tengah 8,76 persen serta Indonesia bagian timur 1,64 persen.

    "Jumlah investor dari Indonesia bagian tengah dan timur mengalami peningkatan dibandingkan penerbitan sukuk negara ritel seri SR-007 pada 2015 dengan peningkatan persentase sebesar 13 persen," kata Robert.

    Dari investor tersebut, jumlah terbanyak berdasarkan kelompok profesi adalah pegawai swasta dengan persentase 26,70 persen dengan nominal pembelian mencapai Rp7,52 triliun atau 23,89 persen dari total penjualan.

    Sementara, berdasarkan kelompok umur, jumlah investor terbanyak berada pada kelompok usia lebih dari 55 tahun yaitu mencapai 36,03 persen dengan nominal pembelian Rp13,23 triliun atau 41,99 persen dari total penjualan.

    Penerbitan sukuk negara ritel SR-008 yang mempunyai tingkat imbalan 8,3 persen ini dilaksanakan pada 10 Maret 2016, namun karena sukuk ritel ini ditetapkan minimum holding period sebulan, maka pemindahtanganan baru dapat dilakukan 11 April 2016.

    Robert mengatakan pemerintah melakukan peningkatan penjatahan (upsize) Rp1,5 triliun, karena tingginya minat beli masyarakat terhadap instrumen SR-008, sehingga jatah penjualan sukuk ritel ini mencapai Rp31,5 trilun.

    "Besarnya minat investor itu disebabkan oleh semakin baiknya pemahaman masyarakat mengenai sukuk negara ritel dan semakin berpengalaman dan inovatif para agen penjual dalam memasarkan produk ini," ujarnya.

    Sebelumnya, pada 2015, pemerintah menerbitkan sukuk negara ritel seri SR-007 dengan hasil penjatahan Rp21,9 triliun serta investor yang hanya mencapai 29.706 individu dan rata-rata nominal Rp739,4 juta.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.