Amerika Serikat Semakin Minati Ekonomi Kreatif Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peserta pemeran membuat kain tenun tradisional pada pameran Katumbiri Expo 2015 di Jakarta Convention Center, 10 Desember 2015. Katumbiri Expo 2015 mengusung tema `Optimalisasi Peranan Perempuan dalam Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya Menuju Kesetaraan.` TEMPO/Tony Hartawan

    Peserta pemeran membuat kain tenun tradisional pada pameran Katumbiri Expo 2015 di Jakarta Convention Center, 10 Desember 2015. Katumbiri Expo 2015 mengusung tema `Optimalisasi Peranan Perempuan dalam Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya Menuju Kesetaraan.` TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengidentifikasi minat investasi dari Amerika Serikat di sektor ekonomi kreatif, ruang pendingin (cold storage) dan pelayanan jasa kesehatan.

    Minat investasi yang masuk dari ketiga sektor tersebut tercatat mencapai 20 juta (atau setara dengan Rp278 miliar, kurs Rp13.900).

    "Untuk sektor ekonomi kreatif mereka menyatakan minatnya untuk membangun studio animasi di Indonesia. Mereka mempertimbangkan memiliki mitra lokal di Batam, Bandung dan Jogja," kata Kepala BKPM Franky Sibarani dalam keterangan tertulis yang dierima di Jakarta, Senin (7 Maret 2016).

    Menurut Franky, tiga lokasi yang disebutkan oleh perusahaan memang selama ini dikenal memiliki banyak talenta dan memfokuskan diri untuk menjadi animator.

    "Perusahaan juga menyambut positif upaya pemerintah Indonesia membuka masuknya investasi dari ekonomi kreatif hingga 100%," katanya.

    Selain ekonomi kreatif, dua sektor lainnya yang juga diminati oleh investor Amerika Serikat adalah "cold storage" dengan nilai investasi US$15 juta  dan dari sektor pelayanan kesehatan dengan nilai investasi US$5 juta.

    "Untuk 'cold storage', tahap pertama yang akan dibangun adalah di Sumbawa. Pabrik pengolahan ini nantinya akan mengolah hasil laut sebelum dipasarkan secara ritel di AS. Setelah Sumbawa mereka akan membangun di Alor, Seram dan dan Sorong," jelasnya.

    Sementara untuk jasa pelayanan kesehatan, perusahaan AS tersebut akan membuka jasa kesehatan khususnya pelayanan penurunan berat badan.

    Lokasi yang menjadi alternatif untuk lokasi adalah Lombok (NTB) dan Bintan (Kepulauan Riau).

    Menurut Franky, selama ini perusahaan banyak bergerak di bumbu organik dan sedang menjajaki perluasan di bidang pelayanan jasa kesehatan.

    Pejabat Kantor Perwakilan BKPM di New York (IIPC) Elsa Noviliyanti, yang menerima minat investasi tersebut, mengemukakan pihaknya terus melakukan komunikasi intensifdengan investor-investor terkait.

    "Untuk sektor ekonomi kreatif, kami telah bertemu dengan perusahaan bersama dengan Badan Ekonomi Kreatif untuk membicarakan tahapan-tahapan investasi yang dilakukan," lanjutnya.

    Amerika Serikat tergolong negara prioritas pemasaran investasi. Dari data yang dimiliki oleh BKPM pada 2015, nilai realisasi investasi AS mencapai US$893 juta  terdiri atas 261 proyek yang didominasi oleh sektor-sektor pertambangan.

    Dari sisi komitmen, sepanjang 2015 tercatat US$4,8 miliar komitmen investasi yang masuk dengan 76 proyek.

    "IIPC New York bersama perwakilan RI dan tim Marketing Officer AS akan terus mengawal minat-minat investasi dari AS ini untuk segera direalisasikan," pungkas Elsa.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.