Kacamata Khusus Gerhana Laris Diburu Warga Palu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mencoba kacamata gerhana matahari dengan filter khusus ND5 buatan Imah Noong di Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat, 1 Maret 2016. Lebih dari 50.000 buah kacamata gerhana matahari ini telah habis dipesan untuk pengiriman ke seluruh Indonesia. TEMPO/Prima Mulia

    Warga mencoba kacamata gerhana matahari dengan filter khusus ND5 buatan Imah Noong di Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat, 1 Maret 2016. Lebih dari 50.000 buah kacamata gerhana matahari ini telah habis dipesan untuk pengiriman ke seluruh Indonesia. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Warga Palu, Sulawesi Tengah, dalam sepekan ini banyak memburu kacamata khusus untuk menyaksikan gerhana matahari total (GMT) yang diperdagangkan di sana.

    Haryono, penjual kacamata untuk melihat GMT di pusat pertokoan Gajah Mada, Senin, 7 Maret 2016, membenarkan bahwa pembeli kacamata itu cukup banyak dengan harga sekitar Rp 30 ribu per kacamata. Masih ditambah kaus-kaus kenang-kenangan GMT 2016.

    Kacamata untuk menyaksikan detik-detik GMT itu tidak boleh sembarangan. Yang sangat berbahaya adalah saat piringan bulan pelan-pelan meninggalkan piringan matahari dengan intensitas cahayanya yang mencapai miliaran kandela.

    Retina mata manusia telanjur terbiasa dan menyesuaikan diri pada kondisi gelap total selama beberapa menit. Menjelang GMT berakhir alias piringan bulan meninggalkan piringan matahari, cahaya sangat terang tiba-tiba menerpa mata.

    Saat tiba-tiba sinar matahari bersinar lagi, itulah saat paling berbahaya bagi mata manusia. Jika sekadar memakai kacamata hitam biasa, manusia yang bersangkutan bisa buta.

    Salah satu material lensa kacamata untuk menyaksikan GMT itu adalah filter ND5, yang bisa mengurangi intensitas cahaya matahari hingga 1/100 ribu kali. Bisa juga diganti dengan material dengan kualifikasi setara.

    GMT pada 9 Maret 2016 dapat disaksikan langsung di sejumlah titik di Palu dan Kabupaten Sigi, di antaranya Anjungan Nusantara dan TVRI Sulteng.

    Juga Desa Ngatabaru, Desa Wayu (Pegunungan Mantantimali), lokasi olahraga paralayang, Desa Tulo, dan Desa Pakuli. Dalam beberapa hari ini, turis-turis dari berbagai negara banyak berdatangan ke Palu untuk menyaksikan GMT secara langsung.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.