Rupiah Menguat, Menteri Darmin Waspadai Lonjakan Impor  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memberikan sambutan dalam ulang tahun ke-30 Bisnis Indonesia di Jakarta, 14 Desember 2015. TEMPO/Bambang Harymurti

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memberikan sambutan dalam ulang tahun ke-30 Bisnis Indonesia di Jakarta, 14 Desember 2015. TEMPO/Bambang Harymurti

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengatakan penguatan nilai tukar rupiah bakal lebih mendorong impor dibanding ekspor. "Itu satu segi memang," kata Darmin saat ditemui di Hotel Borobudur, Senin, 7 Maret 2016.

    Pernyataan tersebut merespons penguatan kurs rupiah belakangan ini. Hari ini kurs tengah Bank Indonesia menunjukkan rupiah di level Rp 13.159 per dolar Amerika Serikat.

    Angka ini menguat dibanding akhir pekan lalu ketika pada Jumat lalu rupiah di kisaran Rp 13.260 per dolar Amerika. Bila dibandingkan dengan asumsi makro dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2016 yang mematok kurs rupiah di level Rp 12.900 per dolar Amerika, nilai tukar saat ini sudah sangat menguat.

    Baca juga: Rupiah Masih Bertahan di Zona Hijau

    Karena itu Darmin berpandangan sebaiknya rupiah itu tak terlalu lemah ataupun terlalu kuat. Ia menjelaskan bahwa kurs itu harusnya bersifat netral, artinya tak bersifat mendorong atau menghambat kegiatan perdagangan.

    Ketika ditanyakan soal dampak terhadap pelemahan ekspor, Darmin menjawab bahwa memang sebenarnya ekspor Indonesia sudah lemah. "Ekspor kita memang sudah lemah.”

    Darmin mengungkapkan cara untuk membuat stabil nilai tukar rupiah adalah dengan berkoordinasi dengan Bank Indonesia. Karena, menurut dia, yang memiliki instrumen soal itu adalah Bank Indonesia. "Bisa tingkat suku bunga, pemerintah juga bisa pengaruhi tingkat bunga SUN yang dijual."

    Baca juga: Kurs Rupiah-Dolar Sempat di Bawah Rp 13.000

    Bahwa penguatan dan pelemahan kurs tersebut, menurut Darmin, sebagai hal yang dinamis. Pergerakan negara-negara lain juga bisa mempengaruhi kondisi yang terjadi saat ini. "Jadi jangan dilihat sesuatu itu fix, semuanya harus seperti itu," ujarnya.

    DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?