Penjelasan BI Kenapa Rupiah Perkasa Pekan Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo. ANTARA FOTO

    Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Bank sentral menyebutkan aliran dana asing ke Indonesia selama dua bulan awal 2016 mengalami penurunan jika dibandingkan periode yang sama tahun 2015. Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan jumlah dana asing yang masuk ke Indonesia awal tahun hingga akhir Februari 2016 sebesar Rp 35 triliun.

    "Dana masuk ke pasar surat berhaga negara maupun pasar modal," kata Agus di kantornya, Jumat, 4 Maret 2016. Di periode yang sama tahun lalu, dana yang masuk sebesar Rp 58 triliun.

    Meski menurun, Agus mengatakan angka tersebut terhitung membaik. "Dana Rp 35 triliun itu sehat untuk tersedianya valas di Indonesia," kata dia. Selain itu, nilai tukar rupiah menguat dibuatnya. Rupiah menguat hingga di atas 3 persen.

    Agus mengatakan ada reversal di akhir Februari dan mencapai Rp 1,9 triliun. "Tapi itu karena trader di dalam negeri ingin mengambil untung," kata Agus.

    Bank Indonesia mencatat kurs tengah rupiah hari ini di level Rp 13.159 per dolar AS atau menguat ketimbang pada Jumat pekan lalu Rp 13.333 per dolar AS. Dalam asumsi makro Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2016, nilai tukar rupiah dipatok di kisaran Rp 13.900 per dolar AS.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.