Investasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya Diincar Eropa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menginspeksi tiang kincir pembangkit listrik tenaga hybrid (PLTH) surya dan angin di Krueng Raya, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, 14 Desember 2015. ANTARA FOTO

    Pekerja menginspeksi tiang kincir pembangkit listrik tenaga hybrid (PLTH) surya dan angin di Krueng Raya, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, 14 Desember 2015. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengidentifikasi minat investor asal Eropa, tepatnya Inggris dan Belanda yang membidik bidang pembangkit listrik tenaga surya dengan nilai investasi mencapai 370 juta dolar AS (setara Rp5,1 triliun, kurs Rp13.900).

    Kepala BKPM Franky Sibarani dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat, mengatakan investasi itu akan tersebar di beberapa lokasi di Indonesia, khususnya kawasan Indonesia bagian timur serta proyek waste-to-energy di Jawa Barat.

    "Investor yang bersangkutan berencana untuk melakukan penandatangan komitmen investasinya dengan mitra lokal atau dengan BUMN kelistrikan pada bulan April mendatang," katanya.

    Franky menuturkan, investor asal Eropa memang banyak yang mengemukakan ketertarikan khususnya dalam bidang energi terbarukan.

    Oleh karena itu, kantor perwakilan BKPM di London akan aktif terlibat dalam memfasilitasi minat investasi yang disampaikan oleh perusahaan tersebut serta mempertemukan dengan calon mitra lokal berupa perusahaan Indonesia ataupun dengan BUMN kelistrikan di Indonesia.

    "Minat investasi di pembangkit listrik diharapkan bisa segera direalisasikan, BKPM akan terus mendukung mulai dari proses perizinan hingga komersialisasi sehingga sesuai dengan komitmen kami untuk menyediakan end-to-end services," katanya.

    Lebih lanjut, Franky menjelaskan minat investasi tersebut diperoleh dari investor asal Inggris yang berencana untuk membangun 200 MW dengan nilai investasi 250 juta dolar AS.

    Sementara investor asal Belanda juga berminat untuk mengikuti lelang Proyek Persampahan Legok Nangka, Provinsi Jawa Barat dengan perkiraan nilai investasi sekitar 120 juta dolar AS, yang menurut jadwal akan dilaksanakan pada Maret ini.

    Pejabat Promosi Investasi Indonesia (Indonesia Investment Promotion Center/IIPC) London Nurul Ichwan menambahkan, investor Belanda tersebut juga berminat melakukan investasi di bidang waste to energy (sampah menjadi energi) dan mendukung konsep kota pintar di Indonesia.

    "Mereka memiliki kapasitas secara teknologi dan memiliki pengalaman dalam pembangunan infrastruktur sampah menjadi energi di wilayah perbatasan Jerman dan Belanda. Sementara dari sisi finansial, investor tersebut didukung oleh beberapa perusahaan besar asal Belanda dan perbankan asal Eropa," jelasnya.

    Dalam catatan BKPM, Inggris dan Belanda masuk dalam tujuh negara Eropa yang menjadi prioritas pemasaran investasi BKPM.

    Pada Januari 2016, komitmen investasi negara-negara Eropa mencapai Rp6,53 triliun, naik hampir 10 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp670 miliar.

    Kenaikan komitmen investasi Eropa tersebut melanjutkan tren positif tahun 2015, di mana komitmen investasi Eropa sepanjang tahun 2015 mengalami kenaikan 16 persen menjadi Rp37,3 triliun dibandingkan tahun 2014 sebesar Rp32,2 triliun.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.