BRI Mulai Lirik Industri Sampah, Kucurkan Kredit Bertahap

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga memilah sampah di Bang Sampah di Cililitan, Jakarta, 27 November 2015. Dinas Kebersihan DKI Jakarta meluncurkan program Sistem Informasi Bank Sampah (SiBAS). TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    Sejumlah warga memilah sampah di Bang Sampah di Cililitan, Jakarta, 27 November 2015. Dinas Kebersihan DKI Jakarta meluncurkan program Sistem Informasi Bank Sampah (SiBAS). TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. secara bertahap bakal menyalurkan kredit usaha rakyat untuk pelaku UKM yang bergerak pada segmen pengelolaan sampah di Makassar. Head of Business Banking BRI Wilayah Makassar, Deny Rochman, mengatakan pada tahap awal penyaluran KUR untuk sektor itu akan menyasar 8 pelaku UKM persampahan yang dinilai memiliki kapasitas usaha yang layak mendapatkan pembiayaan.

    "Untuk sementara 8 UKM, kedepannya kita akan terus memantau potensinya. Yang jelas kita komitmen untuk mendorong UKM agar bisa maju dan berkembang melalui KUR," katanya, Jumat (4 Maret 2016).

    Adapun besaran KUR yang siap disalurkan secara kumulatif untuk 8 UKM pengelolaan sampah Makassar sebesar Rp135 juta yang berpotensi naik signifikan sesuai dengan kapasitas maupun kondisi usaha.

    Baca juga: Di Bank Ini, Sampah Diolah Jadi Rupiah

    Deny memerinci komposisi penyaluran KUR untuk sektor tersebut bervariasi mulai dari Rp5 juta hingga Rp30 juta sesuai dengan kapasitas usaha. Secara simbolis penyerahan fasilitas KUR itu akan dirangkaikan dengan peringatan puncak Hari Peduli Sampah 2016 yang dipusatkan di Makassar, Sabtu (5 Maret 2016).

    Dalam acara itu dijadwalkan hadir Wakil Presiden Jusuf Kalla, Direktur Utama BRI Asmawi Syam, Menteri Lingkungan Hidup Siti Nurbaya, pejabat pemerintah daerah serta kepala daerah dari beberapa kabupaten/kota di Tanah Air.

    Menurut Deny, penyaluran KUR untuk sektor persampahan itu juga merupakan bentuk sinergi perseroan dengan Pemkot Makassar yang mengembangkan konsep bank sampah. Sementara itu, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdan Pomanto mengatakan sejak diluncurkan pada 2015 lalu, konsep bank sampah telah merangsang pertumbuhan UKM yang bergerak di sektor tersebut.

    Simak: Ahok Siapkan Rp 90 Triliun untuk Atasi Limbah Sungai  

    Hingga Februari 2016, katanya, telah terdapat sekitar 205 UKM yang melakukan kegiatan usaha pengelolaan sampah yang terintegrasi dengan bank sampah inisiasi Pemkot Makassar. "Perkembangannya sangat menggembirakan, bahkan 8 diantaranya telah mendapatkan fasilitas KUR dari BRI untuk meningkatkan kapasitas usahanya," papar Pomanto.

    Dia menjelaskan, seluruh UKM yang beroperasi itu telah mengantongi izin operasional pengelolaan maupun daur ulang sampah dengan rerata pendapatan Rp2 juta per minggu. Untuk jangka panjang, UKM persampahan itu ditargetkan mampu menarik fasilitas pinjaman melalui skema KUR yang disalurkan melalui bank penyalur.

    Di sisi lain, geliat UKM persampahan itu diharapkan pula menopang Makassar menjadi proyek percontohan nasional dalam hal pengelolaan sampah. Secara simultan, Pomanto memaparkan pihaknya juga tengah merancang desain pengembangan tempat pembuangan akhir (TPA) Antang agar lebih layak dan berkelas.

    Pemkot bahkan telah mengalokasikan dana sekitar Rp15 miliar dalam APBD Makassar 2016 untuk mendukung konsep tersebut. Adapun rinciannya adalahj Rp10 miliar untuk pembenahan fasilitas dan infrastruktur TPA serta Rp5 miliar untuk akses jalan.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.