Promosi Wisata, RI Gelar Pameran Rumah Adat di Australia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rumah adat Batak kuno di kampung Siallagan, Ambarita, Samosir, Sumatera Selatan. TEMPO/Tony Hartawan

    Rumah adat Batak kuno di kampung Siallagan, Ambarita, Samosir, Sumatera Selatan. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.COJakarta - Kedutaan Besar RI di Canberra, Australia, menyelenggarakan pameran rumah adat dari semua provinsi di Indonesia untuk memperkenalkan budaya serta mempromosikan pariwisata Tanah Air kepada masyarakat Australia.

    Ketua penyelenggara pameran rumah adat Indonesia di Canberra, Nino Nadjib Riphat, istri Duta Besar RI untuk Australia Nadjib Riphat Kusuma, mengatakan dalam siaran pers yang diterima Antara di Jakarta, Kamis, 4 Maret 2016, bahwa mempromosikan budaya Indonesia melalui "Indonesian Cultural Circle" (ICC) merupakan salah satu program utama organisasi Dharma Wanita di Canberra dalam masa keketuaannya.

    "Rumah adat Indonesia yang terdiri atas beragam kekhasan desain, arsitektur, dan ornamen, perlu diperkenalkan kepada kalangan masyarakat Australia karena dapat menjadi salah satu daya tarik pariwisata Indonesia yang sangat luar biasa," katanya.

    Pameran yang diselenggarakan di Balai Kartini KBRI Canberra tersebut dihadiri oleh para anggota Women International Club (WIC) di Canberra yang berasal dari berbagai latar belakang profesi, seperti diplomat, pejabat pemerintah, penulis, seniman, dan akademisi.

    Acara tersebut juga dihadiri oleh istri Duta Besar Brunei Darussalam dan Timor Leste di Canberra.

    Salah satu pengunjung, Anna Posser, yang juga mantan Presiden WIC Canberra, mengaku sangat terkesan dengan program pengenalan rumah tradisional Indonesia.

    Posser mengatakan keunikan desain dan ornamen rumah adat Indonesia sangat menarik dan mengusulkan agar acara pengenalan budaya dapat diselenggarakan dalam skala yang lebih besar.

    Kesan yang sama juga disampaikan Susanita Dudley, yang selama ini tidak pernah absen mengikuti kegiatan promosi budaya Indonesia.

    Menurut Dudley, acara itu sangat penting karena dapat memberi pengetahuan baru bagi publik Australia tentang kekayaan budaya di Indonesia, salah satu negara tetangga yang dekat dengan Negeri Kanguru tersebut.

    Selain pemaparan dan pemutaran video rumah adat Indonesia dari semua provinsi, para peserta yang hadir berkesempatan mengikuti lomba mendekorasi dan mewarnai contoh rumah adat Toraja, Honai, Sasak, dan Minangkabau.

    Acara ditutup dengan makan siang bersama dengan hidangan masakan khas Indonesia, yakni nasi tumpeng lengkap dengan lauk-pauk pendampingnya, seperti tahu, tempe, sambal goreng kentang, ayam goreng, dan urap sayuran.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.