Kembangkan Jawa Timur Selatan,Trenggalek Siap Bangun Bandara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Trenggalek terpilih, Emil Elestianto Dardak bersama istrinya yang juga aktris Arumi Bachsin menerima ucapan selamat usai pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek periode baru di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jawa Timur, 17 Februari 2016. TEMPO/Artika Farmita

    Bupati Trenggalek terpilih, Emil Elestianto Dardak bersama istrinya yang juga aktris Arumi Bachsin menerima ucapan selamat usai pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek periode baru di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jawa Timur, 17 Februari 2016. TEMPO/Artika Farmita

    TEMPO.CO, Trenggalek – Bupati  Trenggalek, Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak mengatakan  tengah mengkaji pembukaan penerbangan sipil di eks Karesidenan Kediri yang selama ini menjadi lintasan pesawat tempur dari Pangkalan Udara Iswahjudi, Magetan.

    Menurut Emil pembangunan bandar udara di wilayah selatan Jawa Timur itu tak lagi menjadi wacana. Gagasan tersebut, katanya, pernah dimunculkan Pemerintah Kabupaten Kediri pada 2010 namun tak kunjung terealisasi. “Presiden sudah meminta Panglima TNI untuk membuka kawasan udara di Trenggalek,” kata Emil kepada Tempo, Kamis 3 Maret 2016.

    Pembangunan bandara, kata dia, diyakini dapat mendorong percepatan pengembangan wilayah selatan Pulau Jawa, khususnya eks-Karisidenan Kediri yang terdiri dari Kabupaten Kediri, Kota Kediri, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Blitar, Kota Blitar dan Kabupaten Trenggalek.

    Di luar itu tercakup pula Kabupaten Pacitan, Ponorogo, dan Ngawi. Seluruh kepala daerah di wilayah tersebut, menurut Emil, sepakat mendorong dibangunnya bandar udara.

    Daerah-daerah itu tidak berebut menyodorkan lokasi untuk bandara. Namun jika Trenggalek yang ditunjuk, Emil mengaku sudah memiliki lahan yang strategis di perbatasan Trenggalek-Tulungagung. “Di situ lahannya luas dan cukup jauh dari pegunungan,” kata Emil.

    Kelas bandara yang dibutuhkan tidak ubahnya seperti Bandara Notohadinegoro di Jember atau Bandara Blimbingsari di Kabupaten Banyuwangi. Emil optimistis keberadaan transportasi udara itu menunjang aktivitas perekonomian masyarakat di kawasan selatan.

    Komitmen Presiden Jokowi mengembangkan kawasan selatan melalui pembangunan jalur lintas selatan untuk menghidupkan aktivitas maritim di perairan Trenggalek dan Tulungagung, ujar Emil, bisa dipacu dengan keberadaan bandara.

    Kediri juga siap jika dipilih menjadi lokasi  bandara. Apalagi Kediri telah melakukan studi kelayakan perencanaan pendirian bandara  yang menelan biaya Rp 2 miliar. “Beberapa hari lalu Bupati Kediri sudah bertemu dengan Bupati Trenggalek untuk membicarakan soal bandara,” kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemerintah Kabupaten Kediri Haris Setiawan.

    Meski sempat ditolak Gubernur Jawa Timur karena tak masuk dalam rencana tata ruang dan tata wilayah provinsi, namun Kediri  tetap berambisi mewujudkan impiannya punya bandara. Bahkan sejumlah lahan sudah disiapkan untuk membangunan bandara yang memiliki jalur lintasan panjang di sebelah timur monumen Simpang Lima Gumul.

    HARI TRI WASONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?