Jadi Transportasi Teraman, Grab Perketat Seleksi Pengemudi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fotografer mengatur posisi taksi supercar GrabTaxi dalam sesi foto di Singapura, 15 September 2015. REUTERS/Edgar Su

    Fotografer mengatur posisi taksi supercar GrabTaxi dalam sesi foto di Singapura, 15 September 2015. REUTERS/Edgar Su

    TEMPO.CO, Jakarta - Grab, layanan pemesanan kendaraan melakukan proses seleksi yang lebih ketat dengan diterapkannya uji berkendara yang aman untuk pengemudi GrabBike.

    Seluruh pengemudi GrabBike wajib lulus dalam menjalani tes mengenai teori dan teknik berkendara aman.

    "Meningkatkan kesadaran para rekam pengemudi kami terhadap berkendara yang aman sangatlah penting karena pada akhirnya hal tersebut yang akan membantu menjadikan semua orang lebih selamat di jalan," kata Country Head of Marketing Grab Indonesia, Kiki Rizki, di Jakarta, Kamis (3 Maret 2016).

    Menurut Kiki, Grab melakukan investasi besar pada segi keselamatan para pengemudi dan penumpangnya dengan mengambil pendekatan secara menyeluruh, mulai dari operasional, teknologi, hingga program pelatihan pengemudi.

    "Grab berkomitmen untuk menyediakan pijakan transportasi paling aman di Asia Tenggara," ujar Kiki.

    Para calon pengemudi mendapat edukasi mencakup tips tentang bagaimana mengantisipasi kondisi di jalan raya, menghindari kebut-kebutan, mengatasi gangguan saat sedang mengemudi, dan menjaga jarak aman dengan kendaraan lain di tengah kemacetan serta kode etik keselamatan grab.

    "Apa yang kami terapkan bukan hanya berkendara yang aman bahkan lebih menekankan pada defensive riding, yakni tidak hanya mengedepankan keselamatan diri sendiri tetapi juga orang lain," jelas instruktur senior, Adrianto Wiyono, dari Indonesia Defensive Driving Center, yang memberi pelatihan pada pengemudi.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?