Gelontorkan Rp 1,5 Triliun First Media Geber 3 Lini Ini  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • First Media

    First Media

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan bidang multimedia, PT First Media Tbk, menganggarkan belanja modal Rp 1,2-1,5 triliun pada 2016 ini dalam rangka mengembangkan usaha.

    "Dana belanja modal perseroan Rp 1,2-1,5 triliun yang akan digunakan untuk pengembangan infrastruktur, produk, dan ekstensifikasi," kata Wakil Presiden Direktur First Media Irwan Djaja di Jakarta, Kamis, 3 Maret 2016.

    Ia mengemukakan perseroan memiliki beberapa pilar yang mendukung usaha salah satunya investasi pada infrastruktur di jaringan kabel, data komunikasi, jaringan 4G, serta bioskop. "Bisnis 4G, kita sudah membangun menara pemancar dan penerima sinyal (BTS) yang sudah cukup banyak, kita akan dorong jumlah pelanggan layanan 4G First Media mencapai 1,5 juta."

    Untuk bisnis bioskop, lanjut Irwan, First Media yang merupakan induk jaringan bioskop Cinemaxx berencana menambah jumlah layar (screen) hingga mencapai 250 unit pada 2016 ini, saat ini jumlah layar yang dimiliki perseroan baru mencapai 85 unit.

    "Bioskop masuk dalam pengembangan infrastruktur. Dua tahun lalu, perseroan telah memutuskan untuk mengembangkan lini bisnis itu dikarenakan potensinya memang sangat besar," katanya.

    Ia mengemukakan saat ini perseroan memiliki 16 bioskop di 11 kota yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia dengan 85 layar. Perseroan akan terus menambah jumlah layar mengingat kebutuhan di daerah yang cukup besar.

    "Saat ini baru terdapat 1.110 layar, sementara potensinya mencapai 5.000 layar. Perseroan akan menambah menjadi 250 layar. Kebutuhan bioskop di daerah begitu besar karena hampir tidak ada studio yang memadai," katanya.

    Djaja mengatakan bahwa pihaknya akan fokus pembangunan bioskop di kota-kota yang masuk dalam kategori Tier I dan Tier II. Kota Tier I merupakan area yang memiliki daya beli cukup bagus, yaitu kotamadya, sedangkan Tier II adalah kabupaten dan sekitarnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.