Dubes Australia Grigson Kunjungi Ruang Kontrol Busway  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pegawai Transjakarta melintas di depan bus Transjakarta yang baru diresmikan di Lapangan Monas, Jakarta, 22 Juni 2015. Bus baru yang berkapasitas hingga 140 orang tersebut dilengkapi tangga darurat dan CCTV. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    Pegawai Transjakarta melintas di depan bus Transjakarta yang baru diresmikan di Lapangan Monas, Jakarta, 22 Juni 2015. Bus baru yang berkapasitas hingga 140 orang tersebut dilengkapi tangga darurat dan CCTV. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    TEMPO.CO, Jakarta - Duta Besar Australia untuk Indonesia, Paul Grigson, Kamis, 3 Maret 2016, mengunjungi ruang kontrol atau control room PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) di Jakarta Timur.

    Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mendampingi Grigson dalam kunjungan yang berlangsung selama kurang lebih satu jam itu, mulai pukul 08.00 WIB.

    Basuki mengatakan kunjungan Grigson berhubungan dengan bantuan negara tersebut kepada PT Transjakarta melalui program Indonesia Infrastructure Initiative (Indi), yang berada di bawah naungan Australia Aid.

    "Sebelumnya, Australia kan sudah memberikan bantuan ke PT Transjakarta. Sekarang, pihak Australia mau lihat, dipakai untuk apa saja bantuan itu. Makanya saya dampingi Dubes ke sini," kata Basuki.

    Menurut dia, bantuan dari pemerintah Australia diberikan untuk membangun gedung dan pool bus Transjakarta, serta fasilitas park and ride di Ragunan.

    "Tentu saja kami berterima kasih. Semua bantuan itu kami gunakan untuk membangun berbagai fasilitas. Karena pembangunannya sudah selesai, sekarang pihak Australia ingin mengeceknya secara langsung, mau lihat kantor Transjakarta," ujar Basuki.

    Paul Grigson mengungkapkan, bantuan dari Australia diberikan untuk merenovasi sekaligus meningkatkan infrastruktur transportasi di Jakarta.

    "Kami sangat senang berkesempatan bergabung dalam proyek ini. Kami rasa bantuan ini sangat penting bagi perekonomian di Jakarta, terutama untuk renovasi dan improvisasi infrastruktur yang dapat membantu perpindahan warga dengan cepat, yakni transportasi," ucap Paul.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.