Dialog dengan Kadin, SBY Pamer Jumlah Follower  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • susilo bambang yudhoyono

    susilo bambang yudhoyono

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Republik Indonesia keenam Susilo Bambang Yudhoyono  beruntung bisa memiliki banyak follower di dunia maya. Setiap hari, SBY selalu meminta stafnya memperbarui informasi perkembangan situasi dan kondisi Indonesia melalui media sosial.

    "Saya punya 8,7 juta followers di Twitter, dan follower di Facebook. Istri punya 4,2 juta pengikut di Instagram," ujar SBY ketika berdialog bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Menara Kadin, Kamis, 3 Maret 2016.

    Wartawan mendengar dialog bertema visi perekonomian Indonesia ke depan itu melalui pengeras suara di ruang media. Dalam dialog tersebut, SBY bercerita bagaimana dia mengamati keluh kesah masyarakat lewat media sosial. "Tiap hari saya mengikuti, staf saya selalu update apa yang dirasakan rakyat. Saya bersyukur punya banyak follower," katanya.

    Baca: Dialog dengan Kadin, SBY Larang Wartawan Meliput

    Lewat media sosial, SBY mengikuti perkembangan keluh kesah yang dirasakan masyarakat, termasuk kritik lewat jejaring sosial. "Saya mengerti mana yang tidak disukai. Meskipun kalau melakukan sesuatu tidak harus menunggu suka dan duka," kata SBY.

    Hari ini SBY berdialog dengan Kadin. Dialog tersebut berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB. Dalam acara tersebut terlihat Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Roeslani serta para wakil ketua umum Kadin dari berbagai bidang.

    Pada dialog tersebut, wartawan tak boleh diperkenankan masuk ke ruang diskusi di lantai 29 ruang AEBC. Wartawan hanya boleh mendengarkan dialog tersebut melalui pengeras suara yang telah disediakan di ruang media. Hanya juru kamera televisi yang diperbolehkan masuk ke ruangan untuk mengambil gambar.

    DEVY ERNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cesium 137 dan Bahaya Radiasi Pada Tubuh Manusia

    Cesium 137 adalah bahan radioaktif yang digunakan berbagai industri dan pengobatan. Bila salah dikelola, bahan itu akan menimbulkan sejumlah penyakit.