Perhutani Undang Pembeli Internasional ke Bali  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pegawai Perhutani menyiram bibit pohon untuk reboisasi di Rumah Pemangku Hutan (RPH) Sukaraja, Tasikmalaya, Jawa Barat, (13/10). ANTARA/Feri Purnama

    Pegawai Perhutani menyiram bibit pohon untuk reboisasi di Rumah Pemangku Hutan (RPH) Sukaraja, Tasikmalaya, Jawa Barat, (13/10). ANTARA/Feri Purnama

    TEMPO.CONusa Dua - Sejarah baru dibuat oleh Perum Perhutani yang pertama kalinya menggelar pertemuan dengan pembeli internasional di Nusa Dua, Bali, Kamis, 3 Maret 2016. “Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah setelah lebih dari 55 tahun dalam berbisnis gum rosin dan terpentin,” kata Mustoha Iskandar, Direktur Utama Perum Perhutani.

    Pertemuan dengan pembeli utama internasional dari berbagai negara itu dimaksudkan untuk memberikan pelayanan terbaik, terutama yang terkait dengan jaminan ketersediaan bahan baku dan kontrak jangka panjang. Kontrak ini akan memberikan kepastian bahan baku kepada perusahaan-perusahaan tersebut. 

    “Pelayanan terbaik akan menghindari kemungkinan persaingan tidak sehat antarpembeli karena produk kami adalah produk alam yang kuantitasnya terbatas,” ujarnya. Selain itu, melalui pertemuan ini, Perhutani bisa lebih memahami keinginan dan kebutuhan pembeli akan produk gum rosin dan terpentin, termasuk produk turunannya.

    Baca juga: Kabulkan Kasasi KPPU, MA Denda Operator Seluler Rp 77 Miliar  

    Perum Perhutani memproduksi gum rosin dan terpentin untuk kepentingan ekspor dan sebagian untuk pasar domestik. Dua kategori pembeli produk tersebut adalah perusahaan manufaktur atau industri langsung dan perusahaan penyalur, yang akan menjual kembali produk tersebut kepada industri pengguna atau manufaktur dalam dan luar negeri.

    Dibandingkan Cina (70 persen pasar) dan Brasil (11 persen), Indonesia adalah penghasil gum rosin terbesar ketiga di dunia setelah dua negara tersebut. Sebanyak 208 perusahaan dari 38 negara membeli produk gum rosin Perhutani saat ini dengan total ekspor Perhutani mencapai 51.950,2 ton senilai US$ 110.846.788.

    Baca juga: Indonesia Akan Impor Beras dari Thailand 5.000 Ton

    Para pembeli umumnya perusahaan produsen atau manufaktur penghasil produk derivat atau turunan gum rosin. Produk derivat atau turunan gum rosin tersebut memiliki fungsi sebagai perekat dalam beberapa industri, seperti industri karet, ban, bahan perekat, cat dan tinta, minuman, dan permen karet, yang menggunakan produk food grade dari gliserol rosin ester—salah satu turunan produk gum rosin yang disenyawakan dengan gliserol, dengan fungsi sebagai pengemulsi dan penstabil.

    Pada acara “International Business Gathering Perhutani’s Gumrosin & Turpentin” di Nusa Dua, Bali, ini, perwakilan perusahaan-perusahaan pembeli produk gum rosin/gondorukem dan terpentin Perum Perhutani yang hadir, antara lain, berasal dari Jerman, Belgia, Pakistan, Jepang, Uni Emirat Arab, dan Turki.  

    ROFIQI HASAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!