Praktisi: Anak Muda Mendominasi Belanja Via Online

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menyiapkan barang pesanan pelanggan untuk dikirim di gudang situs belanja online mataharimall.com di Jakarta, 10 Desember 2015. Mataharimall.com berpartisipasi dalam hari belanja online nasional yang dimulai dari 10-12 Desember 2015. TEMPO/Tony Hartawan

    Pekerja menyiapkan barang pesanan pelanggan untuk dikirim di gudang situs belanja online mataharimall.com di Jakarta, 10 Desember 2015. Mataharimall.com berpartisipasi dalam hari belanja online nasional yang dimulai dari 10-12 Desember 2015. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Praktisi Perbankan dari Standard Chartered Bank Shee Tse Koon mengatakan anak muda mendominasi berbelanja melalui layanan dalam jaringan atau online.

    "Indonesia mengalami pertumbuhan bisnis digital yang sangat pesat. Hal itu ditambah dengan maraknya penggunaan ponsel pintar, sehingga anak muda saat ini lebih senang berbelanja melalui online," ujar Koon, Rabu (2 Maret 2016).

    Koon mengatakan kemudahan dan kecepatan transaksi menjadikan belanja online menjadi pilihan anak muda.

    Dia menjelaskan hasil riset menunjukkan bahwa saat ini nasabah di Indonesia menghabiskan sekitar Rp5,5 juta per tahun dalam melakukan transaksi via online, yang mana 48% di antaranya adalah berusia 30-40 tahun dengan pendapatan lebih dari Rp10 juta per bulan.

    "Riset itu menunjukkan adanya peningkatan pesat dalam transaksi belanja yang dilakukan secara online dengan menggunakan kartu kredit," terang dia.

    Pihaknya juga menggandeng situs jual beli terkemuka yakni Blibli.com dalam memberikan pengalaman perbankan yang menyenangkan dan kegiatan bertransaksi yang lebih mudah, lebih inovatif, serta lebih intuitif bagi para nasabah.

    Sementara itu, Dirut Blibli.com Kusumo Martanto menambahkan sektor perbankan ini merupakan salah satu pilar penting untuk menciptakan transaksi jual-beli di bisnis "online", karena perbankan sebagai penyedia solusi pembayaran.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.