Tarif Tol Suramadu Turun, Harga Barang di Madura Turun?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jembatan Suramadu. ANTARA/Iggoy el Fitra

    Jembatan Suramadu. ANTARA/Iggoy el Fitra

    TEMPO.CO, Surabaya – Pengusaha kendaraan angkutan barang (truk) menilai penurunan ongkos jalan tol Suramadu tak berdampak signifikan. Penurunan tarif itu malah diyakini tak banyak berpengaruh pada perekonomian Madura.

    “Kalau cuma turun 50 persen, dampaknya enggak begitu signifikan. Jadi kalau berharap itu bisa menurunkan inflasi, saya nggak yakin,” ujar Ketua Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jawa Timur, Yonathan Himawan Hendarto, saat dihubungi Tempo, Rabu, 2 Maret 2016.

    Yonathan menjelaskan, biaya tol tak berkontribusi signifikan terhadap pengiriman barang ke Madura. Sebab, pengusaha memberlakukan sistem borongan kepada para supir truk, bukan berupa perhitungan mendetail. “Biasanya dalam bentuk borongan ke sopir untuk jalan, bukan dirinci berapa biaya solar, berapa biaya tol, berapa uang makan, dan sebagainya,” tutur dia. Sehingga, biaya tol sudah termasuk di dalamnya. (Baca juga: DPRD Bangkalan Minta Tarif Suramadu Dihapus)

    Yonathan menjelaskan, semua jenis komoditas barang dan bahan bangunan setiap hari dikirim ke Madura, termasuk asbes dan box culvert. Namun sayangnya, tak banyak pembangunan infrastruktur di sana. “Barang-barang proyek nggak banyak, karena nggak banyak pembangunan. Saya yakin nggak berpengaruh ke harga komoditas,” tuturnya.

    Sebaliknya, pengusaha angkutan beranggapan upaya penurunan tarif tol akan sia-sia selama komponen usaha lainnya tetap tinggi. Permasalahan yang sama terjadi saat harga solar turun. Kala itu, pemerintah berharap penurunan harga bakal berdampak langsung pada harga-harga barang. “Tapi kenyataannya masih tetap, karena harga-harga komponen (spare part) masih tetap,” tutur dia.

    Tarif Jalan Tol Jembatan Suramadu turun 50 persen untuk kendaraan roda empat atau lebih per 1 Maret 2016. Tarif truk besar, yang semula Rp 90 ribu menjadi Rp 45 ribu; truk sedang, yang semula Rp 60 ribu menjadi Rp 30 ribu. Adapun kendaraan sedang, yang awalnya Rp 30 ribu menjadi Rp 15 ribu. (Baca juga: Ongkos Jalan Tol Suramadu Turun, Feri Surabaya-Kamal Digeser)

    ARTIKA RACHMI FARMITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.