IHSG Ditutup di Level Tertinggi dalam 7 Bulan Terakhir  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang karyawan mengamati pergerakan angka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 2 November 2015. ANTARA FOTO

    Seorang karyawan mengamati pergerakan angka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 2 November 2015. ANTARA FOTO

    TEMPO.COJakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) bertahan di level 4.800 saat ditutup pada Rabu, 2 Maret 2016. IHSG naik 1,18 persen atau 56,21 poin ke level 4.836,20 dari pembukaan di level 4.813,40.

    Indeks naik dibanding penutupan kemarin, Selasa, 1 Maret 2016, yaitu di level 4.779,99. Angka tersebut merupakan angka tertinggi sejak Agustus 2015 atau tujuh bulan terakhir.

    Analis Indosurya Asset, Reza Priyambada, mengatakan kenaikan pembukaan merupakan dampak perdagangan Selasa kemarin. Data inflasi kemarin mengalami deflasi 0,09 persen. "Pelaku pasar menganggap dengan adanya deflasi maka pelonggaran moneter bisa kembali berlanjut," katanya saat dihubungi pada Selasa, 2 Maret 2016.

    Reza mengatakan kondisi saham global semalam pun turut memicu aksi beli hari ini. "Laju saham Amerika dan Eropa ditutup positif," katanya.

    Menurut Reza, target resistan di angka 4.787-4.805 saat ini sudah tercapai. Maka IHSG akan berusaha bertahan di zona positifnya di level 4.805-4.830.

    Analis ekonomi dari First Asia Capital, David Sutyanto, mengatakan rendahnya risiko pasar global yang dipicu langkah stimulus sejumlah bank sentral utama dunia dan reli harga komoditas akan kembali mengangkat aksi beli dalam perdagangan hari ini.

    Reli harga komoditas menyusul menguatnya harga minyak mentah. Faktor lain, keputusan bank sentral Cina (PBoC) memangkas Reserve Requirement Ratio (RRR) sebesar 50 bp di tengah memburuknya aktivitas manufaktur di negara tersebut. 

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.