Turun Harga, BBM Pertalite Makin Kompetitif

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tidak hanya kendaraan roda dua, sejumlah pengendara roda empat juga mencoba bahan bakar baru jenis PERTALITE saat penjualan perdana di SPBU Lempuyangan, Yogyakarta, 14 Agustus 2015. Dalam satu liternya, Pertalite dijual dengan harga Rp. 8.400,00. TEMPO/Pius Erlangga

    Tidak hanya kendaraan roda dua, sejumlah pengendara roda empat juga mencoba bahan bakar baru jenis PERTALITE saat penjualan perdana di SPBU Lempuyangan, Yogyakarta, 14 Agustus 2015. Dalam satu liternya, Pertalite dijual dengan harga Rp. 8.400,00. TEMPO/Pius Erlangga

    TEMPO.COSurabaya - Harga Pertalite kini makin kompetitif. Sebab, per 1 Maret 2016, Pertamina kembali menurunkan harga Pertalite sebesar Rp 100 per liter, dari sebelumnya Rp 7.600 per liter menjadi Rp 7.500 per liter. Dengan penurunan harga ini, selisih harga Pertalite dan Premium semakin tipis, yaitu hanya Rp 550.

    Area Manager Communication & Relations Pertamina Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, Heppy Wulansari, menjelaskan melalui rilis tertulis kepada Tempo, dengan adanya penurunan harga ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang menggunakan Pertalite.

    “Sebab, harga Pertalite kini makin terjangkau. Dengan selisih yang tidak terlalu banyak dengan Premium, konsumen sudah bisa mendapat manfaat yang lebih baik untuk kendaraannya,” katanya.

    Pertalite merupakan produk BBM terbaru dari Pertamina yang mulai diluncurkan sejak medio 2015. Pertalite memiliki RON 90 atau lebih tinggi dari Premium—yang memiliki RON 88, tapi dengan harga lebih terjangkau dari Pertamax dengan RON 92. Penjualan Pertalite terus meningkat. Dari 1.143 stasiun pengisian bahan bakar umum wilayah Pertamina MOR V, sebanyak 493 SPBU menyediakan produk Pertalite.

    Selain Pertalite, Pertamina menurunkan harga Pertamax Series. Pertamax, yang sebelumnya dibanderol seharga Rp 8.800 per liter, kini turun Rp 200 menjadi Rp 8.600 per liter. Demikian juga dengan Pertamax Plus dan Pertamina Dex yang turun masing-masing sebesar Rp 200. Saat ini ada 1.039 SPBU di area Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara yang telah menyediakan produk Pertamax.

    SUPRIYANTHO KHAFID 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.