BMKG: Hotspot Meningkat Tajam, 43 Titik Ada di Sumatera

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hutan dan lahan yang dibakar di luar kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, 1 November 2015. Warga banyak mengalami gangguan pernafasan akibat terkena asap kebakaran hutan di kalimantan dan Sumatera. Ulet Ifansasti/Getty Images

    Hutan dan lahan yang dibakar di luar kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, 1 November 2015. Warga banyak mengalami gangguan pernafasan akibat terkena asap kebakaran hutan di kalimantan dan Sumatera. Ulet Ifansasti/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru menyatakan, titik panas di Sumatera kembali meningkat tajam menjadi 43 titik, setelah sehari sebelumnya sempat turun drastis empat titik.

    "Hari ini satelit memantau total ada 43 titik di Sumatra, 38 titik panas tersebut terkonsentrasi di wilayah Provinsi Riau," ujar Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Pekanbaru, Slamet Riyadi di Pekanbaru, Selasa (1 Februari 2016).

    Dia merinci, sedangkan sisanya terpantau berada di wilayah Provinsi Sumaera Utara sebanyak empat titik dan wilayah Provinsi Bangka Belitung satu titik panas.

    Ke-38 titik panas di Riau tersebut dari pantauan satelit baik Terra maupun Aqua dilengkapi dengan sensor modis, tersebar di wilayah pesisir meliputi empat kabupaten seperti Bengkalis 27 titik, Siak delapan titik, Pelalawan 2 titik dan Indragiri Hilir satu titik panas.

    "Tingkat kepercayaan (confidence) di atas 70% sebagai pertanda titik api ada 24 titik dan tersebar di Bengkalis 21 titik dengan wilayah konsentrasi sebagian besar di Kecamatan Bukit Batu serta Siak empat titik dengan berada wilayah di Kecamatan Siak," jelasnya.

    Sebelumnya pekan kemarin, titik panas di Pulau Sumatera terpantau total 68 titik atau merupakan titik panas tertinggi sepanjang pekan tersebut dan terjadi pada Minggu (28 Februari 2016).

    Kepolisian Daerah (Polda) Riau menyatakan, sedikitnya 222,5 hektare lahan tersebar di delapan kabupaten/kota di Provinsi Riau telah terbakar sepanjang awal 2016.

    "Umumnya lahan yang terbakar adalah lahan gambut," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo.

    Ia menjelaskan, tujuh daerah terbakar sepanjang 2016 itu adalah Bengkalis, Siak, Dumai, Pelalawan, Dumai, Rokan Hilir, Indragiri Hilir dan Indragiri Hulu.

    Kabupaten Bengkalis merupakan wilayah dengan kebakaran lahan terluas mencapai 56 hektare (ha). Angka tersebut belum termasuk kebakaran yang terjadi di lahan hutan tanaman industri PT Satria Perkasa Agung diperkirakan mencapai 70 ha.

    Selanjutnya, kebakaran lahan turut terjadi di Siak dan Pelalawan dengan luasan masing-masing mencapai 53,5 ha dan 50 ha. Selain itu, kebakaran cukup luas juga terjadi di Dumai dan Rokan Hilir masing-masing 24 ha dan 34 ha.

    "Dua wilayah lainnya yakni Indragiri Hilir dan Indragiri Hulu tercatat masing-masing 2 hektare lahan terbakar," ucap Guntur.

    Komando Resort Militer (Korem) awal tahun ini telah memetakan, terdapat 163 desa dari total 1.800 lebih jumlah desa/kelurahan di Riau, rentan terhadap bahaya kebakaran lahan dan hutan menyusul terjadinya musim kemarau tahun ini.

    "Desa di kita (Riau) ada 164 merupakan daerah rawan terbakar. Sebanyak 164 desa dari total 1.880 lebih desa," papar Komandan Korem 031/Wirabima, Brigjen TNI Nurendi.

    Nurendi mengatakan, sampai saat ini baru 20 desa di tiga kabupaten yakni Pelalawan, Siak dan Kepulauan Meranti atau berada sepanjang Sungai Kampar mendapat perhatian dalam hal pencegahan oleh produsen kertas PT Riau Andalan Pulp and Paper.

    Masih terdapat 144 desa lagi, perlu diperhatikan secara bersama terutama warga tempatan, kepolisian resort, aparat TNI distrik militer setempat serta pemerintah daerah kabupaten/kota di Riau, katanya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.