Kunjungan Turis Asing ke RI Turun pada Januari 2016

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kelompok turis asing dan pedagang bersaing saat mengikuti lomba balap gerobak sampah dalam perayaan Hari Kemerdekaan RI ke-70 di Pantai Kuta, Bali, 17 Agustus 2015.  TEMPO/Johannes P. Christo

    Kelompok turis asing dan pedagang bersaing saat mengikuti lomba balap gerobak sampah dalam perayaan Hari Kemerdekaan RI ke-70 di Pantai Kuta, Bali, 17 Agustus 2015. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa jumlah kunjungan penduduk mancanegara pada Januari 2016 mencapai 814.303 kunjungan atau mengalami penurunan dibandingkan dengan kunjungan pada Desember 2015 yang 986.300.

    "Jumlah kunjungan penduduk mancanegara atau wisatawan mancanegara dalam arti luas, mencapai 814.300 kunjungan. Kunjungan tersebut terbagi wisman reguler, pos lintas batas, dan WNA kunjungan khusus lainnya," kata Kepala BPS Suryamin dalam jumpa pers, Selasa (1 Februari 2016).

    Suryamin mengatakan jumlah kunjungan wisman reguler pada Januari 2016 tercatat sebesar 740.570 kunjungan atau mengalami kenaikan sebesar 2,19% (y-o-y) dari sebelumnya pada Januari 2015 yang tercatat sebanyak 724.698 kunjungan.

    Sementara itu, lanjut Suryamin, jumlah kunjungan melalui pos lintas batas pada Januari 2016 tercatat sebanyak 35.741 kunjungan, dan WNA kunjungan khusus sebanyak 37.992 kunjungan yang terbagi dari WNA tidak bekerja sebanyak 12.754 kunjungan dan WNA bekerja paruh waktu sebanyak 25.238 kunjungan.

    Perubahan perhitungan kunjungan penduduk mancanegara tersebut baru mulai dilakukan oleh BPS pada Desember 2015, yang sebelumnya perhitungan hanya untuk jumlah wisatawan mancanegara reguler saja.

    "Untuk kunjungan wisman reguler, hampir dari seluruh bandara mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun lalu," katanya.

    Suryamin menjelaskan, jumlah kunjungan wisman reguler yang mengalami penurunan terjadi di beberapa pintu masuk seperti di Bandara Kualanamu Medan dari sebelumnya pada Januari 2015 sebanyak 17.286 kunjungan menjadi 10.080 kunjungan atau turun 41,69%.

    Adapun dari pintu masuk Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, tercatat juga mengalami penurunan jika dibandingkan dengan periode yang sama yakni sebesar 7,39 persen dari sebelumnya 165.746 kunjungan menjadi 153.503 kunjungan.

    "Yang mengalami peningkatan secara y-o-y  hanya Bandara Ngurah Rai Bali, dari sebelumnya 288.755 kunjungan menjadi 343.663 kunjungan. Sementarra jika dibandingkan dengan Desember 2015 mengalami penurunan sebesar 5,53%," kata Suryamin.

    Dari sebanyak 740.600 kunjungan wisman reguler tersebut, lanjur Suryamin, sebanyak 114.774 kunjungan atau 15,5% dilakukan oleh wisman berkebangsaan China, 96.792 kunjungan atau 13,07 persen wisman berkebangsaan Singapura dan 94.099 atau 12,71% dilakukan oleh wisman berkebangsaan Australia.

    Sementara untuk Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 27 provinsi pada Januari 2016 mencapai rata-rata 49,33% atau mengalami kenaikan 2,25 poin jika dibandingkan dengan tahun lalu yang tercatat sebesar 47,08%.

    Untuk rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang pada 27 provinsi di periode yang sama tercatat 1,83 hari atau terjadi penurunan 0,29 poin.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.