Kunjungan Turis Via Juanda Awal Tahun Turun 30,8 Persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah calon penumpang mengamati layar infromasi penerbangan di terminal keberangkatan Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur, 20 Februari 2016. ANTARA FOTO

    Sejumlah calon penumpang mengamati layar infromasi penerbangan di terminal keberangkatan Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur, 20 Februari 2016. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Terminal kedatangan internasional di Bandara Juanda, Jawa Timur seolah jadi lebih sepi sepanjang Januari 2016.

    Gambaran tersebut merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur yang menyebutkan kunjungan wisawatan mancanegara ke provinsi ini melalui Juanda turun 30,77%.

    Persentase itu berlaku untuk perbandingan Januari terhadap Desember 2015.

    Pada akhir tahun lalu ada 16.863 wisman, sedangkan awal tahun ini susut ke level 11,674 wisman.

    Kepala BPS Jatim Teguh Pramono mengatakan penurunan tidak hanya secara month to month tetapi juga year to year.

    Dibandingkan dengan Januari 2015, awal tahun ini turun 24,03%.

    “Tetangga kita bisa dikunjungi sampai ratusan ribu, sedangkan kita hanya belasan ribu,” ucapnya di sela paparan perkembangan pariwisata Jatim, di Surabaya, Selasa (1 Maret 2016).

    Ada sepuluh negara asal turis yang paling lazim bertandang ke Jatim. Mereka adalah Malaysia, Singapura, Tiongkok, Taiwan, Amerika, Korea Selatan, Thailand, Jepang, India, dan Hongkong.

    Kedatangan wisman dari sepuluh negara itu susut, dibandingkan secara bulanan maupun tahunan.

    Pada Januari 2016 terhadap Desember 2015 (month to month) turun 44,30%, tahunan alias dibandingkan dengan Januari 2015 minus 19,98%.

    “Ini menjadi pekerjaan rumah kita semua bagaimana meningkatkan daya tarik pariwisata kita,” tutur Teguh.

    BPS mencatat ada 6.111 kunjungan melalui Juanda dari turis-turis asal sepuluh negara tadi.

    Sisanya 5.563 kunjungan disumbang berbagai negara lain.

    Pada awal tahun ini peran sepuluh negara terhadap jumlah wisman di Jatim 52,35%.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.