DPRD Bangkalan Minta Tarif Suramadu Dihapus  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jembatan Suramadu yang membentang di atas Selat Madura (20/11). Pemerintah berharap jembatan tersebut membawa pengaruh bagi perkembangan ekonomi di Madura. TEMPO/Fully Syafi

    Jembatan Suramadu yang membentang di atas Selat Madura (20/11). Pemerintah berharap jembatan tersebut membawa pengaruh bagi perkembangan ekonomi di Madura. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.COBangkalan - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, menyambut baik penurunan tarif jalan tol Suramadu sebesar 50 persen oleh pemerintah pusat dimulai pada pukul 00.00, Selasa, 1 Maret 2016. Wakil Ketua DPRD Bangkalan Abdurrahman mengatakan penurunan tarif itu akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bangkalan dan Pulau Madura.

    Namun Abdurrahman menganggap, idealnya, Suramadu boleh dilalui cuma-cuma. "Kami sebenarnya ingin jalan tol Suramadu gratis total, perekonomian akan lebih meningkat lagi," katanya, Selasa ini. (Baca juga: Hari Ini Tarif Jalan Tol Suramadu Resmi Turun 50 Persen)

    Tarif yang murah, menurut dia, akan membuat ongkos angkut perdagangan dari dan menuju Madura akan jauh lebih murah. "Kalau ongkos murah, harga-harga bahan pokok juga akan murah," tuturnya. 

    Bila harga bahan kebutuhan pokok murah, kata dia, dengan sendirinya daya beli masyarakat akan meningkat. Jika hal ini terjadi, penduduk Bangkalan tidak perlu ke Surabaya untuk berbelanja kebutuhan. "Tidak perlu lagi beli susu ke Surabaya." 

    Kepala Kantor Pusat Perizinan Terpadu Bangkalan Rizal Morrist menilai penurunan tarif Suramadu juga berdampak positif terhadap investasi. Tarif yang murah, kata dia, akan meringankan ongkos angkut barang yang diproduksi para pengusaha. Selama ini, kata Rizal, investasi di Bangkalan lesu. “Kalau tarif turun, saya yakin ada investasi masuk," ucapnya. 

    Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bangkalan Puguh Santoso mengatakan ada banyak bidang usaha yang pengembangannya memerlukan investasi besar. Sebagai Kota Batik, kata dia, Bangkalan siap membantu jika ada investor yang ingin membangun pabrik tekstil guna memenuhi kebutuhan kain untuk perajin batik. "Nilai transaksi kain batik di Bangkalan Rp 1,5 miliar per tahun," ujarnya.

    Selain pabrik kain, kata Puguh, usaha olahan daging sapi segar sangat potensial dikembangkan. "Populasi sapi Madura terbanyak di Jawa Timur dan kualitas dagingnya juga terbaik."

    MUSTHOFA BISRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.