Inilah Lokomotif Tahan Banjir Produksi PT Inka

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lokomotif DH CC-300 tahan banjir produksi PT Inka (PT INKA)

    Lokomotif DH CC-300 tahan banjir produksi PT Inka (PT INKA)

    TEMPO.CO, Madiun - PT Industri Kereta Api (Persero) di Madiun, Jawa Timur, mulai mengirim satu dari lima lokomotif DH CC-300  tahan banjir, yang  dipesan Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan ke Medan, Sumatera Utara.

    "Pengirimannya pekan lalu melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya," kata juru bicara PT Industri Kereta Api, Fathor Rosid, kepada Tempo, Selasa, 1 Maret 2016.

    Satu unit lokomotif itu, kata dia, dijadwalkan tiba pada 10-15 Maret 2016. Lama tidaknya perjalanan, menurut dia, tergantung kondisi perairan. Bila ombak tinggi disertai badai, bisa dipastikan kedatangannya di Medan molor.

    Soal pengiriman empat unit lokomotif DH CC-300 berikutnya, Rosid berujar, akan dilakukan secara bertahap ke Medan dan Palembang, Sumatera Selatan. Pekan depan, PT Industri Kereta Api berencana mengirim satu lokomotif lagi ke Palembang. "Semuanya sudah jadi dan tinggal kirim," ucapnya.

    Lokomotif DH CC-300 mulai digarap PT Industri Kereta Api sejak 2012. Adapun anggaran produksinya untuk masing-masing unit lokomotif mencapai Rp 40 miliar. "Desainnya sesuai dengan pesanan Kementerian Perhubungan," ujar Rosid.

    Lokomotif DH-300, menurut dia, berbeda dengan lokomotif model lain. Pada sistem kelistrikan, misalnya, terintegrasi dengan penggerak diesel hidrolik yang diletakkan di bagian atas alas lokomotif.

    "Tetap bisa melaju saat banjir dengan ketinggian air 1 meter. Kecepatannya bisa 40-60 kilometer per jam, tapi tergantung arus banjirnya," tutur Rosid.

    Lokomotif DH CC-300, kata dia, bakal digunakan sebagai kereta kerja untuk mendukung proyek Kementerian Perhubungan di Medan dan Palembang. Lokomotif itu bisa menarik lebih dari 30 gerbong.



    NOFIKA DIAN NUGROHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.