Produksi Padi Naik 6,3 Persen, Jawa Sumbang Separuhnya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petani menanam padi di Garut, Jawa Barat, 1 Juli 2015. Dampak el Nino diprediksikan dapat menurunkan produksi gabah kering giling 1 juta ton.TEMPO/Prima Mulia

    Petani menanam padi di Garut, Jawa Barat, 1 Juli 2015. Dampak el Nino diprediksikan dapat menurunkan produksi gabah kering giling 1 juta ton.TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.COJakarta - Kepala Badan Pusat Statistik Sunyamin mengatakan produksi padi pada 2015 mengalami kenaikan dibanding 2014. "Produksi padi mengalami kenaikan 4,51 juta ton," katanya di kantor Badan Pusat Statistik pada Selasa, 1 Maret 2016.

    Sunyamin melanjutkan, pada 2015, produksi padi sebanyak 75,36 juta ton atau naik 6,37 persen (4,51 juta ton) dibandingkan 2014. Dari kenaikan sebanyak 4,51 juta ton, Pulau Jawa menyumbang 2,31 juta ton dan luar Jawa 2,21 juta ton. 

    Kenaikan produksi terjadi karena adanya kenaikan luas panen 0,32 hektare atau sekitar 2.31 persen, dan adanya peningkatan produktivitas sebesar 2.04 kuintal per hektare. Jumlah kenaikan produksi paling besar terjadi pada Mei sampai Agustus.

    Namun, menurut Sunyamin, di sejumlah daerah ada penurunan produksi akibat El Nino, meskipun tak terlalu signifikan pengaruhnya. "Sebab, saat El Nino menguat, tanaman padi di sejumlah provinsi sebagian besar berada pada fase tumbuh, yang tak terlalu butuh air."

    Sunyamin menjelaskan, El Nino berdampak hanya pada September sampai Desember 2015. Ini memang mengakibatkan mundur tanam dan gagal panen di sejumlah daerah. "Ada penurunan luas panen sepanjang periode itu," ujarnya.

    Diketahui, beberapa provinsi mengalami kenaikan produksi padi, seperti Aceh, Sumatera Utara, Jawa Timur, dan Banten. Kemudian provinsi yang mengalami penurunan di antaranya Riau, Papua, dan Jawa Barat.

    Baca Juga: Jokowi Buka Kesempatan Asing Bangun Kilang Minyak Indonesia  

    DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.