Inflasi Komponen Inti Rendah, BPS: Tanda Ekonomi Terkendali  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suryamin, Kepala Badan Pusat Statistik. TEMPO/Rezki Alvionitasari.

    Suryamin, Kepala Badan Pusat Statistik. TEMPO/Rezki Alvionitasari.

    TEMPO.COJakarta - Badan Pusat Statistik mencatat inflasi komponen inti Februari 2016 sebesar 0,31 persen. Inflasi komponen inti dari tahun ke tahun tercatat 3,59 persen. 

    Kepala BPS Suryamin mengatakan komponen inti dipengaruhi ekonomi secara global, antara lain suku bunga acuan dan nilai tukar rupiah. “Inflasi komponen inti cukup terkendali, ada pengendalian yang baik,” kata dia dalam konferensi di kantornya, Selasa, 1 Maret 2016. 

    Suryamin menyebutkan inflasi komponen inti patut diwaspadai jika di atas 5 persen. Angka inflasi komponen inti ini turun dibanding pada Januari, yang sebesar 3,62 persen.

    Suku bunga acuan Bank Indonesia sejak Januari telah diturunkan dua kali dari 7,75 persen ke 7 persen. Ekonom dari Kenta Institute, Eric Sugandi, mengatakan nilai tukar rupiah memang tengah menguat. Musababnya, fundamental ekonomi Indonesia membaik dengan defisit dan inflasi yang terkendali.

    Selain itu, faktor eksternal mendukung dengan belum dinaikkannya suku bunga The Fed. Negatifnya suku bunga Jepang juga turut memperkuat rupiah.

    BPS mencatat terjadi deflasi 0,09 persen pada Februari 2016. Inflasi dari tahun ke tahun tercatat 4,42 persen. Suryamin mengatakan, sejak 2010, deflasi baru terjadi dua kali. Deflasi terjadi pada Februari 2015 sebesar 0,36 persen dan tahun ini. Sepanjang 2010-2014, pada Februari terjadi inflasi.

    Baca: Harga Pertamax dan Pertalite Turun Per 1 Maret, Ini Daftarnya  

    TRI ARTINING PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.