Ken Dwijugiasteadi Dilantik Jadi Dirjen Pajak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ken Dwijugiasteadi, Direktur Jenderal Pajak. pajak.go.id

    Ken Dwijugiasteadi, Direktur Jenderal Pajak. pajak.go.id

    TEMPO.COJakarta - Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro siang ini akan melantik pelaksana tugas Direktur Jenderal Pajak, Ken Dwijugiasteadi, menjadi direktur definitif. Kepala Sub-Direktorat Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Ani Natalia mengatakan pelantikan akan dilakukan di kantor Kementerian Keuangan. “Pukul 13.00,” katanya, Selasa, 1 Maret 2016.

    Ken menjadi pelaksana tugas sejak Sigit Priadi Pramudito mundur pada 1 Desember 2015. Sebelumnya, Ken menjabat Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Peraturan dan Penegakan Hukum Pajak. Ken adalah salah satu peserta lelang jabatan Dirjen Pajak akhir tahun lalu.

    Sigit dilantik pada 6 Februari 2015. Sebelumnya, ia menjabat Kepala Kantor Pajak Besar DKI Jakarta. Saat mengundurkan diri, Sigit menyatakan tak mampu mengejar target penerimaan pajak 2015. Penerimaan pajak baru mencapai 65 persen atau Rp 841,276 triliun dari target Rp 1.294,273 triliun.

    Baca:  Harga Pertamax dan Pertalite Turun Per 1 Maret, Ini Daftarnya  

    Dalam suatu kesempatan, Ken pernah berjanji berusaha keras meningkatkan pendapatan pajak sampai akhir 2015. Namun Ken mengaku tidak mengetahui besaran pajak yang akan berhasil dikumpulkan nanti.

    "Saya akan maksimal kejar penerimaan lebih besar daripada bulan-bulan sebelumnya. Tapi saya tidak bisa meramal," kata dia di kantornya seusai acara peringatan Hari Antikorupsi, Jakarta, Kamis, 3 Desember 2015.

    Saat itu, Sigit memprediksi penerimaan pajak 2015 hanya 82-85 persen. Namun Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro optimistis penerimaan pajak sebesar 85-87 persen. "Menteri memerintahkan saya laksanakan demikian. Banyak kalangan bertanya, ‘Bisa tidak?’ Saya bilang, ‘Insya Allah’," ujar Ken. 

    TRI ARTINING PUTRI | SINGGIH SOARES


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.