Gandeng Lembaga Keuangan, Pefindo Sediakan Data Perkreditan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Teller menghitung di Bank Indonesia, Jakarta, (10/12). Terhitung tanggal 31/12/2008, BI menarik uang pecahan uang kertas ini dari peredaran. TEMPO/ Amston Probel

    Teller menghitung di Bank Indonesia, Jakarta, (10/12). Terhitung tanggal 31/12/2008, BI menarik uang pecahan uang kertas ini dari peredaran. TEMPO/ Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menggandeng lembaga keuangan  untuk memenuhi kebutuhan perbankan dan lembaga pembiayaan akan data perkreditan yang akurat dan komprehensif. "Data itu akan mendukung kegiatan usaha pembiayaan dari sisi manajemen risiko," kata Direktur Utama Pefindo Biro Kredit  di Jakarta, Senin, 29 Februari 2016.  

    Menurut Ronald,  data yang bisa digunakan antara lain Pefindo Score dan Report, Pefindo Alert, dan Pefindo Profiling. Pefindo Score dan Report merupakan layanan informasi lengkap dan terkini perihal identitas debitur, fasilitas kredit dan non kredit, dan kredit skor.
    Pefindo Alert adalah layanan notifikasi dini secara real time atas setiap  perubahan kondisi debitur yang dapat diatur variabel dan penerimanya. Sementara Pefindo Profiling berupa layanan pengolahan dan analisis data sesuai kebutuhan dengan parameter yang ditetapkan pengguna (lembaga keuangan).  

    Wakil Direktur Operasional Bisnis Pefindo Biro Kredit Agus Subekti berujar saat ini sudah ada empat lembaga keuangan yang resmi bekerja sama. Di antaranya PT Adira Multi Finance Tbk, PT Bussan Auto Finance, PT Bank Commonwealth, dan PT Nissan Finansial Service. Namun, Agus  melihat ada 40 lembaga keuangan yang potensial menggunakan produk Pefindo Biro Kredit. Ia menyebut 19 perbankan dan 21 lembaga keuangan nonbank.

    Baca: Jokowi Diminta Tak Angkat Sihol Sebagai Komisaris BUMN  

    Dalam mengolah data soal perkreditan Pefindo Biro Kredit menjalin kerja sama dengan biro kredit terbesar di Jepang bernama CIC of Japan. Perusahaan itu juga telah beroperasi di 20 negara.

    Agus mengatakan keuntungan yang akan didapat pengguna produknya adalah kecepatan kredit, akurasi data, dan komprehensif. Selain itu ke depan diharapkan akan ada efisiensi dari lembaga keuangan yang nantinya akan mengurangi tingkat risiko kredit bermasalah (NPL).  

    Agus menyampaikan produk data yang dihasilkan bukan sebagai pesaing Sistem Informasi Debitur (SID) yang dikeluarkan Bank Indonesia. Menurutnya, data dari pihaknya akan menjadi penyempurma dari SID. "Jujur, data ini ada berawal dari SID."

    DANANG FIRMANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?