Data Ekonomi Domestik Katrol IHSG Sampai 37,80 Poin

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Vokalis grup band Nidji, Giring Ganesha didampingi istri Cynthia Riza mendapatkan penjelasan dari Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan Anggota Bursa Efek Indonesia (BEI) Hamdi Hassyabaini terkait pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) usai membuka perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 23 Februari 2016. TEMPO/Destrianita K

    Vokalis grup band Nidji, Giring Ganesha didampingi istri Cynthia Riza mendapatkan penjelasan dari Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan Anggota Bursa Efek Indonesia (BEI) Hamdi Hassyabaini terkait pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) usai membuka perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 23 Februari 2016. TEMPO/Destrianita K

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin ditutup naik 37,80 poin atau 0,79 persen menjadi 4.770,95, seiring munculnya harapan positif mengenai data ekonomi domestik.

    Kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak menguat 6,56 poin (0,79 persen) menjadi 834,74.

    Analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya di Jakarta, mengatakan indeks BEI bergerak menguat seiring dengan proyeksi data ekonomi Indonesia yang bakal dirilis pada awal Maret 2016 akan sesuai harapan.

    "Sedianya, Badan Pusat Statistik akan merilis data perekonomian domestik seperti inflasi periode Februari tahun ini, inflasi diperkirakan masih di level rendah sesuai dengan harapan pasar," katanya.

    Ia memproyeksikan, indeks BEI berpotensi menuju level batas atas selanjutnya ke 4.821 poin pada perdagangan Selasa (1 Mret 2016), jika data yang dirilis BPS sesuai dengan harapan pelaku pasar saham di dalam negeri.

    "Dengan laju inflasi yang stabil maka potensi Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan (BI rate) kembali terbuka," katanya.

    Analis Reliance Securities Lanjar Nafi menambahkan, tingkat inflasi Februari diperkirakan berada di kisaran level 0,2-0,51 persen, lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya. Situasi itu memicu optimisme pelaku pasar saham di dalam negeri untuk melakukan aksi beli.

    Di sisi lain, lanjut dia, investor asing yang kembali melakukan aksi beli menambah dorongan bagi Indeks BEI bergerak di area positif.

    Data perdagangan saham di BEI tercatat, pelaku pasar saham asing membukukan beli bersih sebesar Rp263,012 miliar pada awal pekan ini (Senin, 29 Februari 2016).

    Frekuensi saham di BEI mencapai 208.881 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 2,65 miliar lembar saham senilai Rp4,97 triliun.

    Saham yang bergerak naik sebanyak 160, 125 saham turun, dan yang tidak bergerak nilainya 108 saham.

    Sementara itu, bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng turun 252,22 poin (1,30 persen) ke level 19.111,93, dan indeks Nikkei melemah 161,65 poin (1,00 persen) ke level 16.026,76, Straits Times menguat 17,13 poin (0,65 persen) ke posisi 2.666,51.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cesium 137 dan Bahaya Radiasi Pada Tubuh Manusia

    Cesium 137 adalah bahan radioaktif yang digunakan berbagai industri dan pengobatan. Bila salah dikelola, bahan itu akan menimbulkan sejumlah penyakit.