Menguat 0,8 Persen, Konsumer dan Ritel Dorong Reli IHSG

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Siluet seorang pengunjung dengan latar monitor pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 13 November 2015. ANTARA/Rosa Panggabean

    Siluet seorang pengunjung dengan latar monitor pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 13 November 2015. ANTARA/Rosa Panggabean

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan pada penutupan perdagangan awal pekan, Senin 29 Februari 2016 di Bursa Efek Indonesia menguat tipis 0,8 persen atau 37,81 poin ke level 4.770,96. Penguatan indeks saham ini memperpanjang reli menjadi empat hari.

    Indeks saham bergerak antara level 4.722,99 - 4.774,52 poin setelah dibuka naik 0,11 persen.
    Saham konsumer dan ritel memimpin reli IHSG  menjelang rilis data inflasi Februari, yang diperkirakan masih rendah.

    Tren penguatan di IHSG kini telah berlangsung 3 bulan. IHSG menguat 3,38 persen pada Februari meneruskan kenaikan 0,48 persen pada Januari dan kenaikan 3,3 persen pada Desember.

    “(IHSG menguat) menyongsong rilis data perekonomian awal bulan yang diperkirakan cukup bagus,” kata William Surya Wijaya, analis dari Asjaya Indosurya Securities.

    Badan Pusat Statistik besok akan mengumumkan data indeks harga konsumen Indonesia periode Februari. Bank Indonesia memprediksi bulan ini ekonomi Tanah Air membukukan deflasi 0,13 persen —0,15 persen month to month, setelah pada Januari harga terinflasi 0,51 persen.

    Laju inflasi yang masih rendah memicu penguatan saham emiten yang kinerjanya bergantung pada tingkat konsumsi masyarakat, terutama saham Unilever dan Matahari.

    PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) naik 1,37persen, dan  PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF) menguat 8,68 persen. Penguatan signfikan juga terjadi pada saham PT Mayora Indah Tbk (MYOR) yang naik 9,29 persen dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) yang naik 4,13 persen bersama PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) yang menguat 3,3 persen.

    Sebanyak 152 saham menguat dari 527 saham yang terdaftar di BEI. Adapun 117 saham melemah dan 258 saham stagnan.

    PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menguat tajam di menit-menit terakhir hingga memimpin IHSG dengan kenaikan 2,07 persen. Di sisi lain, PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) yang turun 1,81 persen merupakan beban utama pergerakan IHSG.

    IHSG bergerak melawan arus pelemahan bursa regional yang dipicu oleh penurunan 2,86 persen pada indeks Shanghai mendekati level terendah 15 bulan.

    Indeks nikkei 225 merosot 1 persen meskipun sempat naik hingga 1,7%, Hang Seng melemah 1,3 persen, sedangkan KLCI merosot 0,52 persen.

    “Ekspektasi IHSG bergerak menuju level 4.800 semakin kuat. Kinerja emiten adalah sentimen positif utama yang mendorong IHSG rebound,” kata Tim Riset NH Korindo Securities.

    bisnis.com


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.