Jokowi Buka Kesempatan Asing Bangun Kilang Minyak Indonesia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja mengawasi pengoperasian mesin di Kilang Minyak PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) di Tuban, Jawa Timur, 11 November 2015. Pertamina menyebutkan pengoperasian kembali kilang minyak TPPI tersebut dapat menghemat devisa sebesar 2,2 miliar Dolar AS setahun karena mampu mengurangi impor BBM dan LPG. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Pekerja mengawasi pengoperasian mesin di Kilang Minyak PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) di Tuban, Jawa Timur, 11 November 2015. Pertamina menyebutkan pengoperasian kembali kilang minyak TPPI tersebut dapat menghemat devisa sebesar 2,2 miliar Dolar AS setahun karena mampu mengurangi impor BBM dan LPG. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.COJakarta - Pemerintah menargetkan pembangunan kilang minyak bumi bisa mulai dibangun pada tahun ini untuk menjaga ketahanan energi di masa mendatang.

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan Indonesia sudah beberapa tahun tidak pernah berpikir untuk membangun dan memperbaiki kilang minyak.

    "Untuk itu, tahun ini harus sudah diputuskan kilang dibangun. Enggak bisa ditawar lagi," katanya dalam sambutan Penandatanganan Kontrak Kegiatan Strategis Tahun Anggaran 2016 Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Senin, 29 Februari 2016.

    Karena itu, Jokowi mempersilakan negara mana pun untuk membangun kilang minyak di Indonesia. Investor pun dibolehkan memilih sendiri lokasi kilang minyak, baik di Cilacap, Tuban, Indonesia bagian timur, maupun bagian barat.

    Namun Presiden memberi syarat negara tersebut harus memiliki minyak mentah. Upaya tersebut bertujuan agar rantai pasokan tidak terlalu panjang dan tidak melalui trader.

    Menurut Jokowi, investor yang berminat membangun kilang minyak sebenarnya sangat banyak, hanya tinggal diputuskan saja.

    "Tahun ini semua harus diputuskan karena bangun kilang tidak sebentar. Butuh waktu 4-5 tahun," ujarnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.