Banyak Sentimen Positif, Rupiah Diprediksi Menguat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mata uang rupiah . REUTERS/Beawiharta

    Ilustrasi mata uang rupiah . REUTERS/Beawiharta

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Riset PT NH Korindo Securities Reza Priyambada mengatakan adanya beberapa sentimen positif, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, dapat mendorong rupiah melanjutkan penguatan.

    Menurut Reza, masih adanya sentimen positif diharapkan dapat berlanjut, sehingga laju rupiah dapat menggenapkan penguatannya pada akhir Februari ini.

    "Laju rupiah akan berada di level Rp 13.425-13.385," ucap Reza dalam siaran tertulisnya, Senin, 29 Februari 2016.

    Reza menuturkan rupiah masih melanjutkan kenaikannya seiring menguatnya sejumlah mata uang terhadap dolar Amerika Serikat. Belum jelasnya sentimen kenaikan Fed Rate kurang memberikan dorongan bagi dolar Amerika untuk bergerak naik.

    Selain itu, menurut Reza, apresiasi signifikan dari yen mulai mereda, sehingga dimanfaatkan mata uang lain untuk bergantian menguat. "Adapun mata uang yang menguat antara lain EUR dan AUD," ujarnya.

    Selain sentimen luar negeri yang berasal dari Cina dan Amerika, kata Reza, sentimen dalam negeri diperkuat oleh pernyataan Menteri Keuangan bahwa rupiah masih akan kuat tahun ini.

    "Pernyataan Menteri Keuangan cukup memberikan dorongan positif bagi laju rupiah," tutur Reza.

    DESTRIANITA K.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.