Perbelanjaan Jayapura Siap Gunakan Kantong Plastik Berbayar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Konsumen berbelanja di salah satu mini market di kawasan Jalan Guntur, Manggarai, Jakarta, 21 Februari 2016. Pemerintah mulai menguji coba penerapan kantong plastik berbayar di ritel modern secara serentak di 17 kota Indonesia. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Konsumen berbelanja di salah satu mini market di kawasan Jalan Guntur, Manggarai, Jakarta, 21 Februari 2016. Pemerintah mulai menguji coba penerapan kantong plastik berbayar di ritel modern secara serentak di 17 kota Indonesia. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Kota Jayapura siap menerapkan program kantong plastik berbayar yang dibebankan kepada konsumen, demikian disampaikan Wali Kota Jayapura Benhur Tommy Mano

    "Kota Jayapura merupakan satu dari 22 kota/kabupaten di Indonesia yang ditunjuk untuk melaksanakan program tersebut dan kami siap untuk menerapkannya," katanya di Jayapura, Jumat, 26 Februari 2016.

    Namun, sebelum menerapkannya, pemerintah kota akan melakukan sosialisasi sehingga program dapat diterima dan diterapkan di masyarakat.

    Saat ini, beberapa pusat perbelanjaan sudah menerapkan kantong plastik berbayar yakni Rp200 per kantong.

    Program tersebut diharapkan mampu menekan jumlah sampah plastik.

    Selanjutnya, pemerintah kota masih menunggu hasil jajak pendapat dan pembahasan lebih lanjut untuk mengatur penerapan kantong plastik berbayar dalam perda, jelasnya.

    Sementara itu sejumlah warga yang ditemui secara terpisah mengeluh karena karena plastik yang harus dibeli berukuran kecil sehingga mereka harus membayar untuk lima kantong.

    "Seharusnya pengelola tempat perbelanjaan menyediakan plastik berukuran besar karena itu dibeli dan bukan sebaliknya hanya menyediakan plastik berukuran kecil sehingga masyarakat harus membeli lebih dari satu plastik," kata Tris yang mengaku tinggal di kawasan Kloofkamp, Kota Jayapura.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.