CEO MatahariMall.com: Kami Mal, Bukan Mangga Dua  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menyiapkan barang pesanan pelanggan untuk dikirim di gudang situs belanja online mataharimall.com di Jakarta, 10 Desember 2015. Mataharimall.com menargetkan sedikitnya 11 ribu transaksi per hari di Hari Belanja Online Nasional. TEMPO/Tony Hartawan

    Pekerja menyiapkan barang pesanan pelanggan untuk dikirim di gudang situs belanja online mataharimall.com di Jakarta, 10 Desember 2015. Mataharimall.com menargetkan sedikitnya 11 ribu transaksi per hari di Hari Belanja Online Nasional. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Chief Executive Officer MatahariMall.com Hadi Wenas menanggapi dengan santai saat harga produk yang dijual di MatahariMall.com diklaim masyarakat lebih mahal dibanding platform e-commerce lainnya.

    "Dalam setiap iklan, kami tidak pernah mengatakan produk kami murah. Murah is very dangerous word," kata Wenas di Lippo Kuningan, Kamis, 25 Februari 2016.

    Menurut Wenas, hal yang paling berbahaya adalah saat mengatakan produk yang dijual itu murah. Sebab, Wenas menjelaskan, kalau semua produk berlomba untuk menjadi yang termurah, perusahaan-perusahaan akan bangkrut dalam waktu dekat. "Itu sangat berbahaya," ujarnya.

    Wenas  mengatakan yang ditawarkan oleh MatahariMall.com adalah produk dengan harga terbaik atau best price. Melalui harga tersebut, Matahari memberi biaya pengiriman nol rupiah. "Kami ingin meningkatkan pengalaman konsumen saat berbelanja dengan kami," ucapnya.

    Wenas mengatakan, jika ingin mencari produk murah, tempatnya bukan di MatahariMall.com. Menurut dia, MatahariMall.com bukan tempat berbelanja dengan harga yang murah. "Kalau mau beli celana jins murah, silakan beli di Mangga Dua. We are mall," tutur Wenas.

    Dia melanjutkan, sejauh ini Matahrimall.com terus berupaya meningkatkan pengalaman konsumen mereka. Poinnya, persaingan harga bukan menjadi prioritas penjualan.



    LARISSA HUDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.