Tol Palembang-Indralaya Ditarget Tuntas Oktober 2016

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menyelesaikan pembangunan tol Antasari-Depok-Bogor di kawasan TB Simatupang, Jakarta, 4 Februari 2016. Pembangunan tol tahap pertama yaitu Antasari - Depok (Sawangan) hingga kini baru berjalan 25 persen. TEMPO/Tony Hartawan

    Pekerja menyelesaikan pembangunan tol Antasari-Depok-Bogor di kawasan TB Simatupang, Jakarta, 4 Februari 2016. Pembangunan tol tahap pertama yaitu Antasari - Depok (Sawangan) hingga kini baru berjalan 25 persen. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Hutama Karya menargetkan seksi I jalan tol Palembang – Indralaya (Palindra), yakni Palembang–Pemulutan, dapat digunakan paling lambat Oktober 2016.

    Manager Office PT HK Sumsel Darius mengatakan pihaknya optimistis target tersebut dapat tercapai jika tidak ada kendala di lapangan. “Kendala saat ini masih cuaca, yakni hujan, mudah-mudahan bisa bisa, tapi tidak siap kalau untuk Lebaran tahun ini, sepertinya Oktober 2016,” katanya, Kamis, 25 Februari 2016.

    Darius mengatakan seksi I Palembang–Pemulutan memiliki panjang 7 kilometer dari total panjang jalan tol Palindra 22 kilometer. Adapun dua seksi lainnya, yakni seksi II Pemulutan–KTM Rambutan sepanjang 5 kilometer dan seksi III KTM Rambutan–Indralaya sepanjang 10 km.

    Menurut dia, selain menghadapi tantangan hujan di lapangan, pihaknya juga masih terkendala pembebasan lahan. “Pembebasan lahan juga masih kendala karena tumpang tindih namun saat ini status lahan sudah 73 persen dibebaskan,” katanya.

    Dia mengemukakan perseroan menargetkan periode konstruksi Tol Palindra yang senilai Rp 3,3 triliun itu bisa selesai dalam kurun dua tahun.

    Ketua PPTK Pembebasan Lahan Balai Besar Pelaksana Jalan Negara (BBPJN) Wilayah III Adi Rosadin menyebutkan, saat ini lahan yang sudah bebas baru sekitar 71,3 persen dari 22 km.

    Menurutnya, pembebasan lahan dikarenakan banyak faktor, yakni karena lahan yang digunakan sebagian tidak setuju dengan besaran yang ditetapkan KJPP (konsultan jasa penilai publik). "Tapi yang paling banyak itu lahan yang sengketa. Dalam satu lahan ada lebih dari dua hingga tiga pemilik. Kita bingung mau kasih uangnya kesiapa. Karenanya diserahkan ke pengadilan saja," jelasnya.

    Menurut dia, pihaknya menggunakan sistem konsinyuasi terkait pembebasan lahan di Pengadilan Negeri Sumsel. "Selagi masih tahap konsinyuasi kita tetap jalankan pembangunan. Nanti pengadilan yang memutuskan terkait dana pembebasan lahan jatuh ke siapa," katanya.

    Selain Tol Palindra, HK juga sedang menggarap dua proyek tol lain di Sumsel sesuai dengan Perpres No 117 Tahun 2015 tentang percepatan pembangunan jalan tol Trans Sumatra.

    Adapun kedua jalan tol itu, yakni Pematang Panggang – Kayuagung sepanjang 77 km dan Palembang – Tanjung Api-Api (TAA) sepanjang 76 km. “Ketiga ruas tol itu kami targetkan selesai sebelum pelaksanaan Asian Games 2018 di Palembang,” kata Darius.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.