Cuaca Buruk, Transportasi Laut Sabang-Banda Aceh Lumpuh  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi nelayan melaut pada saat cuaca buruk. ANTARA/Dedhez Anggara

    Ilustrasi nelayan melaut pada saat cuaca buruk. ANTARA/Dedhez Anggara

    TEMPO.COJakarta - Transportasi laut Sabang-Banda Aceh dan sebaliknya lumpuh karena angin kencang dan gelombang tinggi menerjang perairan Sabang dan sekitarnya. Kepala Syahbandar Kota Sabang Eko Pangmudi melalui anggota stafnya, Jumsari, di Sabang, Kamis, 25 Februari 2016, mengatakan sejak pagi tadi angin yang berasal dari timur bertiup kencang dan gelombangnya tinggi.

    "Tadi pagi di perairan Sabang gelombangnya mencapai dua meter, dan kita hanya memberikan izin berlayar kapal lambat KMP-BRR dari Pelabuhan Balohan, Sabang menuju Ulee Lheu Banda Aceh," katanya.

    Lebih lanjut Jumsari mengatakan, siang ini pihaknya tidak mengeluarkan surat izin pelayaran Sabang-Banda Aceh karena gelombang laut semakin tinggi. "Kapal cepat Express Bahari dan kapal lambat KMP-Tanjung Burang tidak kita izinkan berlayar dari Sabang ke Banda Aceh. Pantauan kita gelombang laut mencapai tiga meter, lautnya pun terlihat putih," katanya.

    Kemudian nakhoda Kapal KMP-BRR, Muhammad Noer, menambahkan, pagi tadi pelayaran Sabang-Banda Aceh berjalan lancar dan tiba dengan selamat tanpa ada kendala di laut. Namun siangnya gelombang laut terlihat sangat tinggi.

    "Saat ini untuk keluar dari dermaga saja tidak bisa, anginnya sangat kencang dan gelombangnya tinggi. Jika cuaca membaik, sore nanti akan berlayar dari Pelabuhan Ulee Lheu menuju Pelabuhan Sabang karena ada jenazah warga Sabang dalam kapal yang hendak dipulangkan," jelas Muhammad Noer.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.