Dapat Kredit Rp 4,7 Triliun, Bisnis Garuda Makin Ekspansif  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dirut Garuda Indonesia yang baru, M. Arief Wibowo usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Bandara Soekarno Hatta Tangerang, Banten, 12 Desember 2014. Dalam rapat tersebut para pemegang saham mengangkat M. Arif Wibowo mengantikan Emirsyah Satar. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Dirut Garuda Indonesia yang baru, M. Arief Wibowo usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Bandara Soekarno Hatta Tangerang, Banten, 12 Desember 2014. Dalam rapat tersebut para pemegang saham mengangkat M. Arif Wibowo mengantikan Emirsyah Satar. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.COJakarta - Garuda Indonesia bersama dengan BRI, Bank Mandiri, dan BNI melakukan penandatanganan kerja sama fasilitas kredit modal kerja untuk maskapai pelat merah ini. 

    Kerja sama pemberian fasilitas kredit modal kerja tersebut bertujuan untuk mendukung Garuda Indonesia, terutama dalam pengelolaan modal kerja melalui fasilitas pembiayaan kebutuhan bahan bakar armada, perawatan armada, dan kebutuhan modal kerja lainnya.

    Ketiga bank BUMN tersebut menyepakati pemberian fasilitas kredit modal kerja kepada Garuda Indonesia dengan nilai total ekuivalen lebih-kurang Rp 4,7 triliun. Dari jumlah itu, BRI menyalurkan Rp 2 triliun dan US$ 30 juta, Bank Mandiri sebesar Rp 1 triliun, dan BNI US$ 100 juta. 

    Menurut Direktur Utama Garuda Indonesia M. Arif Wibowo, kerja sama ini membuat perusahaan semakin kuat dalam menjalankan visi dan misi serta ekspansi bisnis.

    "Dengan adanya fasilitas kredit perbankan oleh mitra bank BUMN, Garuda Indonesia senantiasa akan meningkatkan dan memperluas kerja sama di berbagai bidang, baik yang terkait dengan pengelolaan keuangan, strategi pemasaran maupun bidang-bidang lainnya," kata Arif di kantor Kementerian BUMN, Kamis, 25 Februari 2016.

    Baca: Bandara Soekarno-Hatta Siap Saingi Bandara Changi

    Selain itu, kata Arif, kerja sama ini dalam rangka mewujudkan sinergi BUMN yang saling menguntungkan, serta mendukung peningkatan daya saing melalui keunggulan produk dan layanan yang dimiliki masing-masing BUMN.

    Adapun masa tenor dari fasilitas kredit modal kerja tersebut adalah selama 1 tahun. Fasilitas kredit modal kerja itu dapat digunakan dalam instrumen Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (“SKBDN”), Letter of Credit (“LC”) Sight/Usance/Usance Payable at Sight (“UPAS”), Standby Letter of Credit (“SBLC”), dan Cash Loan, untuk mendukung kebutuhan pembiayaan modal kerja perusahaan.

    Sebagai bagian dari program pengembangan armada yang berkelanjutan, sepanjang 2016 Garuda Indonesia Group akan menerima kedatangan 16 armada baru, terdiri atas satu Boeing 777-300ER, empat Airbus A330-300, empat ATR72-600, dan delapan Airbus A320 untuk Citilink. Dengan demikian, hingga akhir 2016 ini, Garuda Indonesia Group akan mengoperasikan total 188 armada yang terdiri atas 144 armada Garuda Indonesia dan 44 armada Citilink.

    DESTRIANITA K.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.