Perdagangan Saham Dibuka, IHSG Menguat 0,52 Persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung galeri BEI berbincang dengan latar pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 13 November 2015. ANTARA/Rosa Panggabean

    Pengunjung galeri BEI berbincang dengan latar pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 13 November 2015. ANTARA/Rosa Panggabean

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan  pada pembukaan perdagangan di Bursa Efek Indonesia pada Kamis 25 Februari 2016  berhasil menguat 0,52 persen atau 24,27 poin di level 4.681,99. Sebelumnya pada penutupan perdagangan kemarin, IHSG ditutup menguat tipis 3,67 poin atau 0,08 persen di angka 4.657,72.

    Menurut analis  First Asia Capital David Sutyanto pergerakan harga minyak mentah yang relatif stabil di kisaran US$ 32 per barel akan kembali memicu spekulasi beli atas saham sektoral berbasiskan komoditas.

    "Selain penguatan harga minyak mentah, sentimen pasar juga akan digerakkan dengan sejumlah isu individual emiten terkait dengan rilis laba 2015," kata David Sutyanto dalam keterangan tertulisnya,  Kamis 25 Februari 2016.      

    Menurut Kepala riset dari PT NH Korindo Securities Reza Priyambada laju IHSG secara bertahap mulai menunjukan penguatan. Aksi beli memanfaatkan pelemahan sebelumnya menjadi pendorong IHSG bertengger di zona hijau meski hanya naik tipis.

    "Apalagi jika melihat kondisi bursa saham regional yang mengalami pelemahan dan laju nilai tukar Rupiah yang sempat kembali melemah, maka laju IHSG pun dapat bergerak anomaly," kata Reza Priyambada dalam keterangan tertulisnya.

    Baca: Dikritik Menteri Marwan Jafar, Ini Jawaban Garuda Indonesia

    Reza berujar meski masih terlihat ragu untuk menguat, setidaknya aksi beli yang masih tipis mampu membuka peluang IHSG untuk dapat melanjutkan kenaikan dengan asumsi aksi beli tersebut masih berlanjut.

    "Diharapkan sentimen mulai stabilnya laju minyak mentah dan penguatan laju bursa saham AS dapat membuat IHSG bergerak positif. Tetap cermati sentimen yang ada."

    Sementara Wall Street tadi malam berhasil tutup di teritori positif setelah koreksi hingga 1 persen di awal perdagangan. Indeks DJIA dan S&P masing-masing menguat 0,32 persen dan 0,44 persen tutup di 16.484,99 dan 1.929,80.

    Hal ini terutama dipicu pergerakan harga minyak mentah yang relatif stabil di kisaran US$ 32 per barel tadi malam. Saham-saham pertambangan dan teknologi menjadi penopang penguatan di Wall Street.

    DESTRIANITA K.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.