Kementerian Perindustrian: Industri Otomotif Membaik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung melihat koleksi mobil yang dipajang dalam pameran Jakarta Auto Show (JAS) 2015 di Jakarta Convention Center, Jakarta, 28 Oktober 2015. Pameran otomotif yang baru dibuka hari ini berlangsung hingga 1 November 2015. ANTARA FOTO

    Pengunjung melihat koleksi mobil yang dipajang dalam pameran Jakarta Auto Show (JAS) 2015 di Jakarta Convention Center, Jakarta, 28 Oktober 2015. Pameran otomotif yang baru dibuka hari ini berlangsung hingga 1 November 2015. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perindustrian Saleh Husin mengatakan pertumbuhan industri otomotif di Indonesia semakin membaik ditandai dengan penambahan investasi pabrikan otomotif di Tanah Air.

    "Industri otomotif memang pertumbuhannya baik. Salah satunya karena Toyota berinvestasi mulai 2015 sampai 2019 dengan nilai sekitar Rp 20 triliun," kata Husin, seusai rapat koordinasi Ditjen Pengembangan Perwilayahan Industri, di Solo, Jawa Tengah, Kamis, 25 Februari 2016.

    "Pada 2015 mereka sudah mengeluarkan Rp 5 triliun dan pada 2016 ini akan menambah investasi Rp 5,4 triliun," lanjut Husin.

    Menurut data Kementerian Perindustrian, Toyota menguasai 31-32 persen pasar di Indonesia. Toyota telah mewujudkan investasi Rp 40 triliun di Indonesia hingga 2014, sedangkan untuk periode 2015-2019 Toyota tengah merampungkan pabrik mesin di Karawang.

    Husin juga mengapresiasi langkah pabrikan otomotif lain yang serius berinvestasi di Indonesia dengan membuka pabrik baru, baik untuk perakitan maupun suku cadang.

    "Mitsubishi sudah membangun pabrik baru dengan nilai investasi Rp 6 triliun, Isuzu Rp 3,5 triliun, dan Wuling (pabrikan Cina) mengeluarkan nilai investasi Rp 11 triliun," jelas Husin.

    Dia mengaku telah berkoordinasi dengan kementerian lain untuk menjaga iklim investasi di Indonesia tetap kondusif sehingga investor tidak lari ke negara tetangga.

    "Jika di Vietnam ada insentif, investornya akan lari ke sana. Jadi kami harus berlomba dengan mereka. Pada intinya kami berkoordinasi lintas kementerian guna menciptakan iklim investasi dunia usaha agar lebih kondusif dan nyaman," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.