Data Ekonomi Suram, Kurs Dolar AS Diperdagangkan Bervariasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Kurs dolar Amerika Serikat diperdagangkan secara bervariasi terhadap mata uang utama lainnya pada Rabu (Kamis pagi WIB) karena data ekonomi yang keluar dari negara itu lebih buruk daripada yang diharapkan.

    Penjualan rumah keluarga tunggal baru di Amerika pada Januari berada di tingkat tahunan yang disesuaikan dengan cara musiman, yakni sebanyak 494.000 unit. Jumlah itu gagal memenuhi perkiraan pasar sebanyak 520.000 unit, kata Departemen Perdagangan pada Rabu.

    Ini artinya, 9,2 persen di bawah angka pada Desember, yang direvisi mencapai 544.000 unit dan 5,2 persen di bawah perkiraan Januari 2015,yakni 521.000 unit, seperti dikutip dari Xinhua.

    Sementara itu, pound Inggris memperpanjang kerugian terhadap greenback pada Rabu di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa Inggris dapat meninggalkan Uni Eropa musim panas ini. Sterling menyentuh tingkat terendah selama 7 tahun, yakni US$ 1,3876 selama sesi.

    Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang lainnya, turun 0,03 persen menjadi 97,451 pada akhir perdagangan.

    Pada akhir perdagangan New York, euro jatuh ke US$ 1,1013 dari US$ 1,1014 pada sesi sebelumnya, sedangkan pound Inggris turun menjadi US$ 1,3922 dari US$ 1,4022. Dolar Australia turun menjadi US$ 0,7203 dari US$ 0,7214.

    Dolar AS dibeli 111,77 yen Jepang, lebih rendah daripada sesi sebelumnya, yakni 112,00 yen. Dolar turun ke 0,9884 franc Swiss dari 0,9920 franc Swiss dan jatuh menjadi 1,3703 dolar Kanada dari 1,3758 dolar Kanada.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.