Buruh Karawang Butuh Apartemen dan Perumahan Transit  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi perumahan. TEMPO/Fahmi Ali

    Ilustrasi perumahan. TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Karawang - Deny Juanda Puradimaja, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Provinsi Jawa Barat, menyatakan pertumbuhan industri yang pesat perlu didukung dengan ketersediaan infrastruktur, salah satunya perumahan.

    Menurut dia, ketersediaan infrastruktur didorong oleh pertumbuhan industri dan memicu pertumbuhan kawasan di pinggiran Jakarta.  "Seperti di Karawang ini," kata Deny seusai acara groundbreaking pembangunan Rumah Susun Sederhana Milik  (Rusunami) Grand Sentraland di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu, 24 Februari 2016.

    Deny mengatakan kawasan industri Karawang membutuhkan perumahan transit yang penghuninya adalah para buruh. "Namun mereka tidak boleh memilikinya secara permanen," kata Deny.

    Deny berujar, pemerintah sedang berusaha mengendalikan perluasan permukiman tenaga kerja di kawasan industri. "Kawasan industri dibikin untuk jangka panjang. Pegawainya kan ribuan, kalau tanah di sekitar kawasan sudah dijual, permukiman para pegawai semakin jauh. Makanya pemerintah memberi layanan kepada pekerja kontrak dengan skema rumah apartemen," tuturnya.

    Deny mencontohkan rusun khusus buruh di Rancaekek yang dapat menampung 4.000 orang. Ia menyatakan pemerintah hadir untuk para pekerja yang butuh tempat tinggal sewa murah. "Namun harus keluar jika sudah tinggal selama 3 tahun," ucapnya.

    Deny berharap, apartemen transit khusus buruh itu bisa mencontoh model rusunami garapan Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan (Perum Perumnas). Direktur Perum Perumnas Himawan Arief Sugoto melihat para pengembang properti cenderung membangun sektor perumahan dan apartemen. "Menjamurnya industri di Karawang memicu pertumbuhan populasi penduduk yang signifikan," ujar Himawan.

    Dalam jumpa pers pembangunan Rusunami Grand Sentraland, ia menyatakan, rusunami garapan Perum Perumnas di Karawang itu bukan hanya menyasar pekerja dengan kategori masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), melainkan juga menyasar pekerja level menengah-atas yang tidak tahan dengan kondisi kemacetan Jakarta.

    "Selain menyediakan hunian tipe 18, Grand Sentraland juga menyediakan tipe 27 dan tipe 36 dengan kapasitas total penghuni 2.070 jiwa," katanya.



    HISYAM LUTHFIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.