Kementan Subsidi 625.000 Kg Benih ke Petani Boyolali

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petani mencabut benih padi varietas lokal genjah rante di Pandak, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. (TEMPO/Shinta Maharani)

    Petani mencabut benih padi varietas lokal genjah rante di Pandak, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. (TEMPO/Shinta Maharani)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pada tahun ini Kabupaten Boyolali akan memperoleh bantuan subsidi benih sebanyak 625.000 kg dari Kementerian Pertanian.

    Seperti dikutip dari laman resmi Rabu (24 Februari 2016), Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikulturan Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Kab. Boyolali Supardi mengatakan melalui subsidi tersebut petani memperoleh bantuan sekitar Rp7.000/kg.

    "Harga perolehan bibit padi di pasaran sekitar Rp9.000-Rp9.500//kg, sedangkan melalui subsidi ini, petani hanya perlu membayar Rp2.500/kg," tuturnya.

    Berdasarkan ketentuan, masing-masing hektare sawah akan mendapatkan bantuan subsidi benih sebanyak 25.000 kg.

    Dia memperkirakan pada awal Maret nanti atau sebelum panen masa tanam, bantuan subsidi benih telah didistribuskan ke calon penerima melalui kelompok tani.

    "Bantuan berwujud benih padi tersebut nantinya akan didistribusikan ke 16 kecamatan di Kabupaten Boyololi. Sedangkan Kecamatan Selo, Musuk, dan Cepogo tidak mendapatkan bantuan karena wilayah tersebut tidak memiliki lahan pertanian," ungkapnya.

    Adapun kualitas bibt padi yang akan diberikan meiliputi jenis Ciherang, IR 64, Situbagendit, Mikongga, Memberamo, dan PP. Setiap kecamatan akan memperoleh bantuan dengan jumlah beragam, tergantung luasan lahan yang ada.

    Bantuan ini dimaksudkan untuk meringankan biaya sarana produksi padi petani, karena harga bibit padi di lapangan sangat mahal. Dia berharap subsidi benih dapat memacu produksi padi di kawasan tersebut.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.