Rini Soemarno Tinjau Perkembangan Bandara Soekarno-Hatta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri BUMN Rini Soemarno memberi salam kepada wartawan seusai memberikan keterangan terkait masalah Pertamina dengan PLN di Kementerian BUMN, Jakarta, 7 Januari 2016. ANTARA FOTO

    Menteri BUMN Rini Soemarno memberi salam kepada wartawan seusai memberikan keterangan terkait masalah Pertamina dengan PLN di Kementerian BUMN, Jakarta, 7 Januari 2016. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri BUMN Rini Soemarno meninjau perkembangan terakhir pembangunan Terminal 3 Ultimate Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang sudah memasuki masa penyelesaian atau mencapai 96%.

    "Saya bangga melihat progress pembangunan Terminal 3. Semuanya berjalan sesuai target, hasil pengerjaannya pun bagus. Untuk itu saya minta layanan Bandara Soekarno-Hata harus lebih bagus dari Bandara Changi, Singapura," kata Rini di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta, Banten, Kamis (24 Februari 2016).

    Rini meninjau Terminal 3 Ultimate didampingi Deputi Menteri BUMN Bidang Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Gatot Trihargo, Direktur Utama PT Angkasa Pura II Budi Karya Sumadi, Dirut Waskita Karya Abdul Choliq, Dirut Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin, Dirut Bank BRI Asmawi Syam.

    Pada kesempatan itu Rini menyaksikan penandatanganan komitmen pemberian fasilitas pinjaman 3 bank BUMN tersebut kepada AP II senilai Rp2,1 triliun untuk pembangunan dan pengembangan sejumlah bandara dan termasuk pembangunan Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta.

    Sinergi BUMN antara Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BNI dengan AP II dan BUMN Konstruksi seperti Waskita Karya, Wijaya Karya, Hutama Karya dan menjadi bagian dari dukungan BUMN yang selalu hadir untuk pembangunan bangsa.

    "Saya yakin kedepan akan terus ada pengembangan. Terminal 3 Ultimate dengan Terminal 3 yang terdahulu akan terkoneksi, sehingga fasilitasnya akan lebih bagus dan modern," kata Rini.

    Dengan begitu tambahnya, Bandara Soekarno-Hatta terutana Terminal 3 harus mendapatkan bintang 5 dari Sky Track sehingga betul-betul dapat mempromosikan Indonesia sebagai salah satu tujuan wisata utama global.

    Sementata itu, Direktur Utama AP II Budi Karya Sumadi mengatakan, pembangunan Terminal 3 memasuki penyelesaian akhir.

    "Tahap awal pada Mei 2016 Terminal 3 Ultimate sudah bisa dioperasikan bertahap. Sebelum Lebaran 2016 sudah bisa digunakan meski hanya sebagian," kata Budi.

    Selain penuntasan pembangunan Terminal 3 Ultimate, AP II juga akan merevitalisasi Terminal 1 dan Terminal 2, termasuk pengembangan "east cross taxy way", pengembangan landasan pacu sehingga dapat disinggahi pesawat berbadan lebar jenis Boeing 777.

    Budi menambahkan, tahap awal Terminal 3 Ultimate hanya digunakan oleh Garuda Indonesia bersama dengan anggota Sky Team yang terdiri atas beberapa maskapai internasional.

    Luas terminal 3 Ultimate mencapai 333.101 meter per segi yang dapat menampung sebanyak 25 juta penumpang pesawat per tahun.

    Terminal 3 Ultimate ini secara keseluruhan akan rampung pada tahun 2019 dengan penambahan landasan pacu (runway) dengan dimensi 3000 meter x 60 meter, closed run way 500 meter sebelah utara run way existing.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.