Jaringan Louvre Buka Hotel Golden Tulip di Mataram

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hotel Golden Tulip. Istimewa

    Hotel Golden Tulip. Istimewa

    TEMPO.CO, Mataram - Jaringan hotel Louvers mulai mengoperasikan Hotel Golden Tulip di Mataram Lombok, Rabu 24 Februari 2016. Menempati bangunan baru 12 lantai yang memiliki 164 kamar, Hotel Golden Tulip merupakan hotel tertinggi pertama di Kota Mataram.

    Peresmian beroperasinya hotel tersebut dilakukan oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Muhammad Amin bersama Managing Director Asia Pacific Louver Hotels Mark Van Ogtrop. "Kami hadir karena Lombok memiliki potensi wisata dan perjalanan bisnis," kata Mark Van Ogtrop, Rabu, 24 Februari 2016.

    Muhammad Amin menyatakan syukurnya dipilihnya Lombok sebagai lokasi bisnis pilihan Louvers. Pendirian hotel ini akan mendukung ketersediaan kamar untuk memenuhi kebutuhan wisata MICE (meeting, incentive, convention, exhibition). "Banyak sekali kegiatan nasional yang diinginkan diselenggarakan di sini. Tahun ini yang terjadwal 18," ujarnya. Sekali kegiatan dihadiri oleh 3.200 orang.

    Louver Hotels adalah jaringan pengelola hotel berbintang 1 hingga 5.  Mulai dari kelompok Premierre Classe, Campanile, Kyriad, Tulip Inn, Golden Tulip and Royal Tulip. Louvre Hotels Group memiliki jaringan usaha Jin Jiang International Holdings Co Ltd --  salah satu konglomerasi uaha wisata di Cina -- yang mengelola 6.000 hotel yang memiliki 640 ribu kamar di 65 negara.

    Pendirian Hotel Golden Tulip direspon positi oleh Ketua Asosiasi Hotel Mataram, Reza Bovier, yang juga General Manager Hotel Santika Mataram. "Tidak ada kekawatiran dari pihak hotel lain. Di sini banyak kegiatan nasional," ucapnya. Saat ini di Mataram ada 6.000an kamar di 115 hotel, di antaranya 20 hotel bintang dan selebihnya kelas melati.

    SUPRIYANTHO KHAFID


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.