Antisipasi Abrasi, Pemkab Tangerang Tanam 3 Ribu Mangrove

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah wisatawan melintasi jembatan Cinta di kawasan wisata edukasi hutan mangrove di Desa Batukaras, Kecamatan Cijulang, Pangandaran, Jawa Barat, 19 Desember 2015. Tempat wisata seluas 12 hektare tersebut merupakan destinasi baru di wilayah Pangandaran. ANTARA/Adeng Bustomi

    Sejumlah wisatawan melintasi jembatan Cinta di kawasan wisata edukasi hutan mangrove di Desa Batukaras, Kecamatan Cijulang, Pangandaran, Jawa Barat, 19 Desember 2015. Tempat wisata seluas 12 hektare tersebut merupakan destinasi baru di wilayah Pangandaran. ANTARA/Adeng Bustomi

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten, menanam sekitar 3.000 pohon bakau (mangrove) di Kecamatan Mauk yang merupakan wilayah pesisir untuk mengantisipasi abrasi akibat hantaman gelombang Laut Jawa.

    "Pohon bakau itu merupakan hibah dari aparat TNI-AU yang berada di Mauk sehingga ditanam secara bersama," kata Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Pemkab Tangerang Herry Wibowo di Tangerang, Rabu (24 Februari 2016).

    Herry mengatakan penanaman pohon bakau itu merupakan upaya untuk menahan gelombang yang setiap tahun menghantam kawasan pesisir dan merusak tambak udang dan bandeng.

    Bahkan abrasi juga menerjang tanaman keras milik petani dan lahan pekarangan serta kebun milik penduduk di Kecamatan Mauk, Pakuhaji, Kronjo, Teluknaga dan Kosambi.

    Menurut dia, belakangan ini ombak perairan Laut Jawa yang semakin ganas menyebabkan lahan penduduk terus berkurang dan areal tambak menyusut mencapai 170 hektare.

    Abrasi terparah terjadi di Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji. Ombak menerjang lahan penduduk mencapai 130,07 meter dari bibir pantai.

    Ia mengatakan, warga setempat kadang was-was bila musim ombak tinggi, karena khawatir rumah mereka akan disapu gelombang dan hanyut ke laut.

    Selain itu, jalan penghubung utama yang dibangun Pemprov Banten ada yang jebol dihantam gelombang sehingga pengemudi kendaraan harus mencari jalur alternatif untuk melintas.

    Sejak beberapa bulan terakhir diperkirakan seluas 20 hektare lahan perkebunan penduduk di Desa Margamulya sudah menjadi lautan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.