Treatment Khusus UKM, Risma: Belajar dari Orang Padang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali kota Tri Rismaharini mengenakan pakaian serba putih saat dilantik. Risma mengenakan sepatu putih buatan UKM eks gang Dolly. TEMPO/Mohammad Syaraffah.

    Wali kota Tri Rismaharini mengenakan pakaian serba putih saat dilantik. Risma mengenakan sepatu putih buatan UKM eks gang Dolly. TEMPO/Mohammad Syaraffah.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wali Kota Surabaya Risma Trismaharini mengatakan saat ini Surabaya memiliki lebih dari tiga ribu usaha kecil menengah atau UKM. Padahal, pada 2010, jumlah UKM di kota itu hanya 92.

    "Kami memberi treatment khusus untuk UKM," kata Risma usai mengikuti rapat koordinasi tentang perbaikan kemudahan berusaha di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu, 24 Februari 2016.

    Risma menjelaskan, Surabaya punya program pahlawan UKM. Penduduk yang mengelola UKM diberi kemudahan perizinan. Misalnya, izin mendirikan bangunan, surat izin usaha perdagangan (SIUP), hak paten, dan hak merk. "Diantar ke rumah gratis," ujar Risma.

    Pemerintah kota Surabaya juga membantu penerbitan izin dari Dinas Kesehatan untuk usaha makanan dan sertifikat halal. Risma mengatakan ia tak mau orang Surabaya ikut bekerja dengan orang. "Tetapi mereka menciptakan pekerjaan sendiri. Itu yang saya ajarkan di warga Surabaya," kata wali kota yang sudah menjabat dua periode ini.

    Salah satu contohnya yaitu melatih para karang taruna untuk menciptakan pekerjaan. "Alhamdulilah mereka cepat sekali berkembang," kata Risma.

    Dalam waktu satu  tahun, kata Risma, mereka sudah punya 50 pegawai. "Pegawainya dalam satu tim, leader-nya satu. Saya belajar dari orang-orang Padang yang bekerja untuk restoran Padang."

    Risma juga menjelaskan, 92 persen usaha di Surabaya adalah UKM. Paling besar di sektor jasa dan perdagangan. Ia mendorong perdagangan kecil atau home industri seperti  garmen, plastik, dan sepatu.

    REZKI ALVIONITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.