Peluncuran Solarlite, Pertamina Tunggu Kajian Ditjen Migas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gedung Utama Kantor Pusat Pertamina. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Gedung Utama Kantor Pusat Pertamina. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.COJakarta - PT Pertamina (Persero) pekan lalu mengumumkan akan meluncurkan Solarlite. Bahan bakar diesel baru ini kualitasnya setingkat di bawah Pertamina Dex, tapi lebih bagus daripada biosolar biasa.

    Namun Pertamina belum bisa memastikan kapan Solarlite akan diluncurkan ke pasar. Menurut Vice President for Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro, bahan bakar jenis baru ini masih dikaji oleh Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral untuk perizinan niaganya. Kajian ini termasuk komposisi campuran yang akan digunakan nanti.

    Wianda menyebutkan Ditjen Migas mengusulkan bahan baku Solarlite menggunakan campuran crude palm oil (CPO). Hal ini terkait dengan kebijakan kewajiban penggunaan biodiesel B-20 yang berlaku per Januari 2016.

    Setelah izin dan dokumen lengkap, Wianda berujar, barulah Solarlite akan diluncurkan. Untuk proses uji coba akan dilakukan secara bertahap. "Kita lihat pangsa pasarnya, mana yang paling banyak. Namanya juga trial, jadi tidak bisa semua," ujarnya. 

    Baca Juga: Solarlite Diperkirakan Kurang Diminati Konsumen  

    Saat ditanya wilayah yang akan menjadi sasaran utama distribusi Solarlite, Wianda belum mau menyebutkan. Ia hanya mengatakan akan menginformasikan lebih lanjut jika kajian yang dilakukan Ditjen Migas rampung. "Kita belum bisa berbicara banyak karena harus berkomunikasi dulu dengan regulator."

    Solarlite disebut-sebut ramah lingkungan lantaran kadar sulfurnya yang rendah, yakni hanya 1.000 ppm. Sedangkan solar berkadar sulfur 3.000 ppm.

    Untuk tenaga, Solarlite dikabarkan memiliki kandungan cetane hingga 51. Angka ini jauh di atas solar subsidi yang hanya berkadar cetane 40. Untuk Pertamina Dex, kandungan cetane-nya sebesar 50. "Sebenarnya kita melihat antara solar dan Pertamina dex ada potensi pasar," tutur Wianda. 

    Wianda berharap adanya Solarlite dapat menjangkau konsumen yang ada di antara range tersebut. "Namun, berapa banyak yang akan beralih ke Solarlite, hal tersebut kembali pada kebutuhan kendaraan setiap pengguna."

    MAWARDAH NUR HANIFIYANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.