Nyepi di Bali Siaran TV & Radio Berhenti

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang Pecalang berjaga-jaga di jalan utama menuju Bandara Internasional Ngurah Rai saat Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1937 di Desa Adat Tuban, Bali, 21 Maret 2015. TEMPO/Johannes P. Christo

    Seorang Pecalang berjaga-jaga di jalan utama menuju Bandara Internasional Ngurah Rai saat Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1937 di Desa Adat Tuban, Bali, 21 Maret 2015. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta - ‎Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Bali mengimbau seluruh lembaga penyiaran atau yang merelay siaran di Pulau Dewata berhenti siaran saat pelaksanaan Hari Raya Nyepi.

    Aktivitas siaran tersebut diharapkan mulai disetop mulai Rabu, 9 Maret 2016, pukul 06.00 pagi, hingga Kamis (10 Maret 2016) waktu yang sama.

    "‎Kami minta lembaga penyiaran tidak lakukan aktivitas siaran pada saat Nyepi. Kami sampaikan bahwa siaran TV dan radio‎ harus berhenti," jelas Ketua KPID Bali Anak Agung Rai Sahadewa, Selasa, 23 Februari 2016.

    KPID mengimbau 107 lembaga siaran TV dan radio di Bali termasuk siaran berlangganan menaati anjuran tersebut. Sebelumnya, kesepakatan tidak bersiaran itu dituangkan dalam bentuk nota kesepakatan ‎yang ditandatangani oleh DPR, Pemprov Bali dan KPID.

    Bahkan, hasil kesepakatan akan dijadikan penguatan untuk disampaikan KPI Pusat agar mensosialisasikan perihal ini ke seluruh Indonesia.

    Ketua Komisi I DPRD Bali Ketut Tama Tenaya menilai bahwa lembaga siaran selama ini sudah menaati imbauan. Namun, justru muncul penghinaan melalui media sosial terkait aktivitas Hari Raya Nyepi, katanya.

    Tama Tenaya meminta aparat keamanan bertindak lebih tegas apabila‎ masyarakat yang menyinggung krama Bali.

    "Selalu dua tahun terakhir, penyiaran sudah bagus tetapi selalu ada ekses. Apakah ketidaktahuan atau kesengajaan di online. Tolong ikut sosialisasikan. Marilah kita saling hormat menghormati," katanya.

    Dia mengimbau agar masyarakat saling menghargai Hari Raya Nyepi‎. Kepada masyarakat yang tidak berkenan, Tama Tenaya menyarankan sementara waktu ke luar Bali dan kemudian balik ke Bali paska Nyepi.

    "Daripada usil nanti ribut semua, padahal harusnya tidak terjadi. Mohon dibantu sosialisinya supaya semua orang tahu. Kami tidak ingin ada berita miring. Saya harap semua saling menghargai," katanya.
    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.